expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 30 Juli 2014

Melegakan :)

27 juli 2014, 00. 55
                Guys, kalian tau gak sesuatu yang menurut kalian penting, tapi gak tau gunanya apa? Sesuatu yang harus kalian ketahui, namun gak tau buat apa? Pasti kalian pernah ngerasain sesuatu itu. Pada orang yang kalian suka, pada pasangan kalian. 
                Yup. Aku ngerasain itu sekarang. Bete lantaran gak tau dia lagi dimana, ngapain dan ama siapa. Bingung harus nyari tau kemana. Sedangkan aku gak bisa nanya langsung ke dia. Kenapa? Karena aku bukan siapa2nya dia. Punya hak apa aku nanya2 gitu? Aku bukan pacarnya. Hanya seseorang yang sedang dekat dengannya, dan telah lama menyukainya.
                2 bulan berada sejauh ini. Baru 13 hari terlewati. Tapi begitu berat untukku. Setiap hari, setiap malam, apalagi malam minggu seperti ini, aku selalu bertanya, ‘dia lagi dimana? Jalan atau gak? Ma siapa?’. Pertanyaan seperti itu sering membuatku frustasi sendiri. Sering membayangkan, andai ada cctv atau penyadap suara yang bisa mengawasi gerak geriknya dari jauh, aku pasti tidak sebete ini. Andai saja dia cerita padaku, tanpa aku harus bertanya.
                Seharian aku nunggu chatnya dia. Pas sahur sempat chatingan bentar. Aku nulis status kalo aku frustasi karena sesuatu. Aku frustasi lantaran baca status dia ‘ijinkan aku memelukmu, aku janji tak akan nakal’. Siapa itu? Lirik lagu? Huufft… aku hanya tak ingin kege’eran. Aku tak berani nanya langsung ke dia. Lagian itu gak lama setelah tragedi penolakan dia kemaren. Ngechat dia duluan, nanya hal2 kayak gitu, aku gak berani. Takut di tolak lebih halus lagi, malah makin nyakitin jadinya.
Namun gak nyangka, gak lama aku nulis, dia ngechat. Wah, aku senyum2 sendiri. Pasti dia mikir aku frustasi gara2 dia. Pasti dia lagi senyum sekarang. Pikirku saat itu. Tapi yang namanya aku, mana mau bilang secara terang2ngan tentang apa yg aku rasain. Aku hanya berharap dia bisa ngejelasin siapa cewe itu, untuk siapa statusnya itu. Seperti yang pernah dia lakukan kemaren. Waktu aku nanya siapa yang dia maksud distatus, dia ngejelasin secara gamblang kalo itu adalah aku. Dia ngefek aku distatusnya. Hihi
                Paginya kami masih chatingan. Dia menggodaku dengan bertanya apakah aku gak kangen sama dia? Hemm pasti dia yang kangen aku. Iya kan? Iya, aku kangen ama kamu. Jadi aku balas, ‘kangen-kangenannya abis mandi aja’. Aku tinggalin mandi. Lagi2 aku berharap dia ngechat aku duluan, dengan nanya ‘udah selesai belum mandinya?’ atau ngefek distatus kek ‘mandi kembang kayaknya, lama banget’. Tapi ditunggu sampe siang, sampe sore, sampe malam, dia gak ngechat juga. Aarggh membuatku frustasi(lagi). Apalagi ni malam minggu. Harusnya dia ngajak aku kencan. Dan aku akan bilang ‘kencannya di utang lagi, pas dibjb baru ngebayarnya’. Hemm..dia jalan gak ya? Jalannya ama siapa? Jam segini udah pulang pa belum? Berulang kali aku terus menggeser layar touch screenku, berharap ada chat dia yang masuk yang aku gak dengar. Aku benar2 galau. Pengin tidur, gak bisa. Sungguh penasaran. Bayangan2 mengerikan ketika dia ngebonceng seorang cewe, mulai berkelebat di otakku. Aarghh aku tidak bisa membiarkannya.
                Namun sepertinya, Allah mendengarkan do’aku. Entah baru masuk sekarang, atau emang dia yang baru ngechat, yang jelas dia ngechat aku. Sesuatu yang aku tunggu dari siang. Akhirnya dia datang. Aku tersenyum. Saat inilah, aku mancing2 dia biar dia cerita apa yang ingin aku ketahui. Aku harap dia mengerti dan paham. Tapi sayang, dia tak paham sama sekali. Dia tidak tak tau dan tak menyadari bahwa seharian ini aku menunggunya, dan malam ini aku gusar sekali lantaran khawatir dia jalan ma cewe lain. Terpaksa aku menanyakannya. Huufft akhirnya aku nyerah juga. Benar2 tak tahan. Aku tidak akan bisa tidur dengan rasa penasaran seperti ini. Dan tau jawabannya apa? Kedengerannya dia agak kesal sih. Tapi dia pasti memikirkan hal ini  ‘Cewe ini, muter2 dari tadi, nulis status gak jelas, ternyata ini yang dia maksud? Dia mengkhatirkanku?’ Huufft..pasti dia tersenyum setelah itu. :)
                Aku ngerasa bersalah. Menyesal karna telah memaksakan egoku. Aku kehilangan control. Harusnya aku bisa menahannya. Tapi aku tidak bisa. Aku berjanji tak akan bertanya lagi soal itu. Sekarang aku lega. Dia menceritakan rentetan kegiatannya dari bangun sampe yang barusan dia lakuin. Ternyata dia main PS bareng adenya, jadi dia lupa ma aku gara2 game. Hemm. Dia jalan ke Mj? Tapi syukurlah dia jalan bareng sepupunya sesama cowo. Aku percaya. Aku yakin dia gak bo’ong. Aku sangat mempercayainya. Aku lega. Sangat lega. Langsung saja aku menyuruhnya tidur, dan minta maaf karna telah membuatnya emosi, dan menunda waktu tidurnya. Maaf.
                Namun apa kau tau? Dia memanggilku ‘cinta’. Dia menyebutku ‘bidadari tanpa sayap’. Dia juga mengirimiku emot kissing. Aku hanya tersenyum. Tersenyum lega dan bahagia. Tapi, apakah dia tidak berlebihan? Tapi ya sudahlah. Aku bahagia. Sangat bahagia. Aku luluh karena kata2nya. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar