expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 28 September 2014

my dream is become true.



28 sep 2014, 09.45 pm
ketika takdir tlah dibuktikan
saat berjumpa terasa berbeda
tak pernah kurasa sebelumnya
dan inilah yg pertama

awalnya aku tak menyadari
hatiku tlah tertambat dihatimu
seiring dg berjalannya waktu
semua terasa sempurna

mimpiku yg paling indah memilikimu, menjagamu, dan berada disampingmu
mimpiku mjdi sempurna menjalani hidup denganmu

berikan hati ini utkmu
ku pastikan raga ini milikmu
hanya milikmu selamnya
tak terikat oleh waktu
                Guys, baru kali ini aku merasakan mimpiku menjadi kenyataan. Setelah satu minggu berpacaran dengannya, baru kali ini, baru saat ini aku benar2 bisa merasakan bahwa mimpi itu menjadi nyata. Berkat surat kritik tempo ospek yang dia kembalikan padaku, membangkitkan kembali nostalgia itu. Ketika pertama kali aku melihatnya setahun yang lalu. Memberikan 2 surat khusus untuk dirinya. Surat cinta dan surat kritik. Meskipun hanya sebatas kewajiban dari tugas maba yang sedang di ospek, namun pilihanku jatuh padanya. Hanya karena dia terlihat keren, cool, cuek, dan jutek. Gak kapok meskipun ditolak pas minta tanda tangan.
                Inilah takdir. Siapa sangka bahwa lelaki itu sekarang menjadi pacarku. Berawal dari facebook, bbm’an, smsan, ketemuan, hts’an, lalu jadian. Semua bertahap. Satu tahun aku menantinya. Bersabar dalam pengharapan, berjuang demi mendapatkan perhatiannya. Perlahan melangkah, berusaha mensejajari tempatnya langit. Agar dekat dengannya, selalu dekat dengannya, tanpa pernah terjatuh lagi.
                Kini setahun telah berlalu. Sudah selama itu aku menyukainya. Hanya dia satu-satunya yang ada dihatiku. Dari dulu hingga sekarang. Dari pertama kali ku melihatnya, dari rasa kagum yang berubah menjadi suka ketika ku tau berbagai hal positif tentang dia. Hingga akhirnya, rasa itu berubah menjadi sayang, tidak  ingin kehilangannya, ingin selalu dekat dengannya. Yaitu ketika aku resmi menjadi pacarnya saat ini.
                Kini mimpiku tercapai. Kesabaranku berbuah indah. Dan penantianku, tak ada yang sia2. Lalu apa lagi yang aku inginkan dan aku harapkan? Justru makin banyak. Makin banyak yang aku inginkan.
Ingin selalu dekat dengannya, menjadi pendengarnya yang baik, menjadi sandaran ketika dia punya masalah, ingin melewati akhir pekan dengannya ke tempat2 yang tak pernah aku kunjungi. Berfoto bersamanya, alay bareng, selfi bareng, dapat menjadi teman, sahabat, sodara dan pacar yang baik tentunya.
                Aku akan berusaha. Aku akan belajar menerima kamu apa adanya, al. Gak peduli kamu kere, kurang peka, atau gak romantis, aku akan belajar menerimanya. Siapa juga yang pengen kamu sama kayak lelaki lain. Justru aku harap kamu beda dari mereka. Aku bangga lho punya pacar yang unik, kreatif kayak kamu. Aku juga percaya kamu. Aku percaya kamu lelaki yang baik. Aku percaya kamu gak bakalan ngelakuin sesuatu yang aku gak suka. Aku akan pertahanin hubungan ini. Aku harap kamu juga. Aku harap kamu gak nodain kepercayaan aku. Gak akan ngecewain aku, dan ninggalin aku. Dan aku harap kamu juga sama kayak aku. Selalu belajar dan belajar. Belajar mengerti, memahami, berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
                Aku sayang kamu juga, al. I love you too. 

Minggu, 21 September 2014

When you write my name on bbm.

21 sep 2014, 10.53 pm
    Guys, sekarang, mulai malam ini dunia jadi tau klo gw, Uli, pacaran sama Kahfi. Duhh kalo liat namanya berasa gimanaaa gitu. Apalagi pas namanya tertera jelas di status bbm aku. Begitu pun juga namaku. Yg terpampang begitu jelas di status bbm nya. Wahh berasa gimana ya? Yaa beda aja. Yg dulu org taunya kami sekedar teman jalan, atau teman chat'an, kini telah berpacaran. Yg dulunya org tau aku fansnya dia, kini telah menjadi kekasihnya.
    Masih kya mimpi, seperti keajaiban. Smsn tiap hari dengannya, bbm an, mengetahui smw yg dia lakukan, oh, God, aku sungguh menyayanginya saat ini. Aku tidak ingin kehilangannya, aku tidak ingin ini berakhir. Sungguh, semoga dia juga merasakan apa yg aku rasa.

Sabtu, 20 September 2014

When you n me to be us

20 sep 2014, 10.50 pm
      Gw jadian. Yup. Setelah mengenalnya 1 tahun, akhirnya dia mjd milikku. Aku bahagia? Tentu saja. Bukankh ini yg ku impikn sejak dulu? Ketika dia mengatakan 'maukh kau menjadi pacarku?'. Dan aku berkata 'iya, aku mau'.
    Hmm..tadi malam, kira2 jam setengah 1, dia menanyakan hal itu. Setelah melewati perdebatan yg lumayan panjang dan agak ribet, namun akhirnya dia nembak aku juga. Setelah menarik ulur hatiku begitu lama, kalimat itu, akhirnya keluar juga. Huufft, yg kurasakan, aku lega. Lega setelah cukup lama melewati segalanya, terkatung2 dlm ketidakpastian, hubunganku dengannya akhirnya punya status. Meskipun belum dia cantumkn namaku dlm fb nya dn status bbm nya, gak masalah kok. Toh meski gak ada namaku disitu, sebagian teman aku dn temannya juga udah tau kalo kami pacaran, meski sebelumnya hanya bersikap layaknya orang pacaran.
      Sebenarnya gak ada yg berkesan tadi malam. Caranya nembak aku, biasa aja. Gak ada romantisnya. Gak ada kata2 filosofis atau sajak cinta. Hanya 'kamu mau jadi pacar aku atau gak?' Kesannya malah kayak nawarin pake sebel gitu loh. Jadi sebenarnya dia ikhlas gak sih jadian sama aku? Aaarghh gak sabar pengen ketemu dia. Pengen liat mukanya. Mo tau dia serius atau gak. Hemm sampai ketemu senin ntar ya, al :)

Minggu, 14 September 2014

Bolehkah aku berandai?

14 sep 2013, 10.55 pm
   Inilah hidup. Bentar senang, bentar sedih. Kemaren senyum, kali ini nangis. Hanya berharap, setelah sedih dan air mata, kita dpt merasakn kembali bahagia itu.
   Aku berandai. Andai saja semua yg terjadi padaku benar adanya. Andai saja aku tidak sedang bermimpi. Andai saja apa yg dia katakan, seperti apa yg dia rasakan. Andai saja dia benar menganggap kakaku sbg calon iparnya, andai saja dia juga menganggap ayahku, sbg ayah mertuanya. Andai 'i love you' itu, panggilan sayang itu, hatinya yg berucap. Bukan mulutnya, ataupun sebatas tulisan.
     Bodoh sekali aku yg berandai seperti itu. Berharap begitu banyak. Bodoh. Membiarkan semuanya mengalir seperti air. Tanpa takut sakit dan terjatuh ke lubang yg sama. Menutup semua pintu hanya tak ingin menyukai yg lain selain dirinya. Menunggu absennya, memberikan perhatian lebih padanya. Hanya karna tak ingin dia marah, meninggalkanku karna menganggapku cuek dn tidak peduli terhadapnya.
      Lebih baik aku tidak tau. Tentang apa yg dia katakan. Apakah itu serius atau hanya lelucon?, biarkan aku utk tidak mengetahui jawaban langsung darinya. Biarkan waktu saja yg menjawabnya. Yahh meskipun waktu tak bisa bicara, tapi dia bisa membuktikan.
      Tuhan, sungguh aku menyukainya, dan kini mulai menyayanginya. Aku tak ingin dia meninggalkanku. Aku ingin terus seperti ini dan seperti ini. Tapi aku tau itu tidak mungkin. Lalu apa yg harus kulakukan, Tuhan? Beri tau aku.
     Bodoh. Di hari yg bahagia ini. Di hari ultah ayahku dia mengacaukan perasaanku. Maaf ayah, tak seharusnya aku begini. Begitu lemah hanya krna seorang laki2. Laki2 yg jauuuh dari kata sempurna dari ayah. Laki2 yg mungkin tak akan pantas menggantikan ayah sbg pemimpinku. Tapi ayah, aku sungguh terlanjur menyukainya. Dan mungkin kau tdk tau, bahwa dlm urusan lelaki, aku selalu keukeh dan konsisten pda pilihan hatiku. Tak akan kulepaskn dia hingga aku bisa menemukan pengganti yg lebih baik dari dia. Namun aku tak kunjung menemukannya. Bagaimana yah? Jika ayah bersedia, tak apa jika semuanya kuserahkan pada ayah. Apa yg ayah pilihkan utku, aku yakin itu yg terbaik. Maukh ayah membantuku menemukannya?
   Happy birthday abah. Aku merindukanmu saat ini. Aku menyayangimu dan aku tak ingin mengecewakanmu. Jangan pernah letih utk mendoaknku, ayah. Aku tak tau bagaimana hidupku disini jika tanpa doa dari ayah dan ibu. Terima kasih karena telah mjd orang tua terbaik sedunia.

Sabtu, 13 September 2014

Wangi parfumnya yg membuatku semakin menyukainya :)



13 september 2014, 11.15 pm
                Guys, malam ini damai banget. Malam minggu yaaaang damai. Gw bahagia. Sangat bahagia. Meskipun gw masih diselingkuhin sama handphonenya, sama bbm nya, tapi itu gak sebanding ama perasaan gw ketika duduk di motornya. Dibelakangnya, dengan jarak yang sedekat itu. Wangi parfumnya yang aku rindukan, yang selalu tercium oleh indera pembauku.
                Gaya pakaiannya malam ini. Kaos pendek dan celana jeans membuat dia selalu tampak keren di mataku. Memperlihatkan urat2 di lengannya, benar2 terlihat kekar. Wahh..aku jadi semakin menyukainya. Saaaaaangat menyukainya. Hingga kata apapun tak akan pernah cukup untuk menuliskan kekagumanku padanya.
                Tanpa mempedulikan apa yang kami bicarakan di bbm atau di sms, hanya dengan berada di dekatnya seperti itu, melihat dirinya tersenyum padaku, sudah cukup menjadi alasan bahwa aku menyukainya. Perasaan yang seperti ini, terasa damai, menenangkan. Rasa yang tak meminta balasan apapun darinya. Apakah ini yang namanya tulus?
                God, aku menyukainya. Aku menyukainya hingga aku tidak peduli lagi semua kejelekannya. Dia berasal darimana, bahasanya, sikapnya yang selalu menduakanku dg handphone, aku tidak peduli. Jika memang itu kejelekannya, aku ingin mengubahnya, aku ingin merubahnya menjadi lebih baik tanpa dia kehilangan jati dirinya. Ya Tuhan, jika dia memang jodoh terbaikku, aku ingin mengubahnya seperti itu. Bolehkah?
                Makasih, al. Makasih telah membuatku bahagia malam ini. Sedikit mengurangi gugupnya presentasi besok. Lumayan tenang. Bismillah aja. Fighting !!

Rabu, 10 September 2014

Jangan kayak anak kecil. Okey?

10 Sep 2014, 09.29 pm
                Huuh. Lagi-lagi dia berulah. Apa sih maunya? Dia ngatain aku cuek. Ngefek aku difesbuk. Nulis ‘jangan pedulikan aku lagi’, sok mo belajar cuek lantaran ngerasa aku ngecuekin dia. Pas ditanyain disms malah gak mo ngebahas. Sebenernya kamu kenapa, al?
                Ngomong dong kalo ada apa-apa. Jangan kayak gini. Aku udah cukup frustasi lantaran gak bisa baca status bbm kamu. Lantaran misda ngeganti hp bb nya jadi android dan juga ikut-ikutan gak bisa baca status kamu. Aku gak bisa aktifin bbm di bb aku lantaran sekarang lagi ekstra hemat nyukup-nyukupin uang sampe akhir bulan nanti. Trus gimana caranya aku bisa tau apa yg kamu pikirkan, kenapa kamu kayak gini, selain nunggu penjelasan dari kamunya langsung. Gak usah ngefek2 aku difesbuk, nulis-nulis distatus. Percuma. Aku gak akan ngerti. Bikin aku tambah pusing tau gak.
                Plis, al. Udah banyak beban yang numpuk di pundak aku saat ini. 3 hari lagi aku harus presentasi didepan orang-orang baru kampus kita. Hal pertama yang bakal aku lakuin. Aku nervous, aku takut salah, takut ngomong gagap. Sama kayak setiap kali kita ketemu. Aku juga kayak gitu. Kamunya aja yang gak sadar dan gak tau. Gimana aku gugupnya, jaga imej biar kamu gak ilfil sama aku.
                Oke, kamu juga. Sakit kepala? Iya, aku tau. Banyak yang kamu pikirkan. Kamu harus ngerjain tugas akhir yang mungkin udah mo deadline dan kamu ngerjainnya belum sampe separo. Sedangkan orang tua kamu terus nanyain, kapan kamu lulus, kapan kamu bisa nyari kerja. Lalu kamu terikat perjanjian dengan seseorang untuk ngajar anak-anak Pmr, mikirin materi buat disampe’in ke mereka, ngelatih itu, ngelatih ini. Pusing kan? Sama. Aku juga. Kita sama-sama pusing. Harusnya kamu jangan nambah-nambahin lagi dengan bersikap kayak anak kecil gini. Dewasa dong, al. Masa kamu kayak gini cuma gara-gara aku gak smsin kamu selama 3 hari? Itu kekanak-kanakan banget tau gak. Kalo emang bener kamu gini gara2 itu, sumpah, kamu lebih pantes jadi anak TK daripada mahasiswa sem akhir.
                Huhh. Aku sebel, aku gemes, aku sedih, al. Pala aku udah pusing, eh malah dibatok lagi. 3 hari nunggu kamu smsin aku, nahan diri gak sms duluan, trus akhirnya nyerah dengan ngechat via fesbuk, eh pas ngechat malah dibilang cuek. Gak tau ya kalo aku kangen kamu? Berharap bisa cerita segala kesusahan aku, dan dapat ucapan semangat dari kamu. Iya, kamu gak tau. Emang kamu pernah mikirin aku? Mikirin kenapa aku gak mau sering smsin kamu? Cuma gak mau kamu bosan, al. Udah. Itu hal paling menakutkan yang aku gak mau itu terjadi. Tapi sekarang? Kamu bikin aku janji untuk smsin kamu tiap hari. Gak peduli dibales atau gak, terkirim atau gak, sampe pulsaku abis.
                Aku gak mau kita kayak gini. Aku gak mau kalo masalah ini sampe bikin kita gak bisa ketemu lagi. Aku mau kencan ma kamu malam minggu nanti. Aku mau kita terus kontekan. Smsn, bbm, biarpun gak sering, tapi aku pengen selalu tau kabar tentang kamu. Jadi plis, jangan kayak anak kecil lagi. Okey?

Kamis, 04 September 2014

Thanks for today, al.

4 September 2014
                Gini nih. Giliran berhadapan dengan laptop, malah ngeblank. Padahal banyak yang pengen aku certain. Tentang al, tentang hari ini.
                Guys, kayaknya semakin sering gw ketemu sama dia, gw makin gak yakin deh. Makin minder, makin gak nyaman. Malah makin jauh gitu loh, rasanya. Heran, kenapa dia bisa ngomong kalo dia nyaman sama gw. Padahal kenyataannya? Situasi pas kami lagi berdua itu, emang gak enak banget. Kaku, canggung, saling sok sibuk ama gadget masing2. Apa coba, nyamannya ama gw? Gak ada, al.
                Aku tau. Aku sadar. Bahwa hanya dengan menyukaimu saja, itu belum cukup untuk bikin kamu suka sama aku. Aku gak bisa bikin kamu nyaman pas lagi sama aku. Aku sering bikin kamu bĂȘte, bikin kamu sakit kepala, bikin kamu sering mengaduh. Tampil cantik di depan kamu juga belum cukup utk bikin kamu suka aku. Toh kamu bilang, kamu gak nyari cewe yang cantik ataupun alim. Tapi cewe yg bisa bikin kamu nyaman. Dan aku gak memenuhi itu.
                Kamu pasti bo’ong. Kamu ngomong gitu utk nyenangin aku doang. Iya kan? Ya kan, al? Huhh menyebalkan. Menyebalkan sekali. Kenapa aku selalu begini. Kehilangan kata-kata begitu dia didekatku. Ngeblank. Sangat membosankan.
                Guys, sampai sekarang. Dia itu masih kayak mimpi lho buat aku. Melihatnya menungguku didepan pagar. Meskipun aku agak kecewa lantaran dia make kemeja, bukan kaos lengen pendek, tapi tetap keren kok. Meskipun dia gak make masker pemberian aku, tapi gak papa. Toh niat aku bisa tersampaikan. Yang penting pake masker, biar gak kemasukan debu.
                Masih kayak mimpi ketika aku duduk di jok motornya, 6134 px, benda favoritku. Berada tepat dibelakangnya, menyentuh pundaknya, berpegang erat di antara pinggang dan pahanya. Ingin waktu berhenti saat itu juga. Gak peduli panasnya sore itu, dan dinginnya malam ini, aku ingin terus begitu. Berada didekatnya.
                Bodoh. Aku memang bodoh. Sekarang aku bisa liat tampang kucelnya, badannya yang kurus, gayanya yang suka pake aksesoris ala2 preman, kere nya dia lantaran biarin aku kelaparan sepanjang jalan, dan cueknya dia yang selalu jalan mendahuluiku, gak mau ngebarengin aku. Bodoh sebodoh-bodonya aku, kenapa setelah kulihat semua itu, aku masih menyukainya?. Harusnya kan ilfil. Sekarang malah nyalah-nyalahin diri sendiri. Dia kayak gitu karena aku, karena aku yang gak bisa bikin dia nyaman. Bodoh kan?
                Huhh. Makasih ya. Kamu baik banget. Kamu sabar banget ngadepin aku. 7 kali lho kita kencan, dan kamu masih betah aja duduk didekat aku. Nraktir aku makan, es krim, dan nonton. Andai ada cewe lain yang dekat ama kamu juga saat ini, yang bisa bikin kamu nyaman, pasti aku tereliminasi lagi. Atau udah ada? Bukan aku lagi satu-satunya? Yang bikin kamu ketawa2 pas dibioskop tadi itu ya? yang bikin kamu sempet2nya balas bbmnya pas lagi dijalan. Ya udah kalo gitu. Aku siap kok kalo kamu mo eliminasi aku lagi. Dan jika memang ini kencan kita yang terakhir, aku gak bakalan lupa hari ini. Makasih, al. Makasih untuk hari ini :)

Rabu, 03 September 2014

Doaku malam ini.

  Dan akhirnya, tadaaaa dia ngajak aku. Hihi. Gak sia2 deh aku beli segala macam persiapan buat besok. Beli jaket ama tas baru. Moga aja aku bisa tampil keren sekeren2nya didepan dia. Dan semoga saja dia make kaos. Soalnya aku paling suka klo liat dia make kaos berkerah. Memperlihatkan lengannya yg kekar. Wahh aku sering terpesona melihatnya.
   Jadi doaku malam ini sebelum tidur, Ya Allah, semoga apa yg akan aku alami besok adalah yg terbaik. Semoga besok lancar, gak ada yg malu2 in, dan kembali dengan selamat. Restui kami Ya Allah. Ingatkan jika apa yg aku lakukan adalah salah. Jangan biarkan aku jatuh terlalu dalam hingga lupa caranya bangkit. Semoga dia baik untukku. Amin.

Selasa, 02 September 2014

Aku gak ngerti kamu, al.

2 sep 2014
    Sebel. Aku sebel sama dia. Gk peduli sedikitpun. Cuek bgt. Masa dia gk mau tau aku udh pulang apa belum?, aku jalan ama siapa, posisiku dimana. Kayak aku yg selalu penasaran smw tentang dia. Selalu pengen tau keberadaannya dn lagi ama siapa.
     Emang dia gk khwatir sm aku? Gk takut klo aku jalan sm cowo lain? Kok bisa sih dia secuek itu? Padahal kemaren2 perhatian bgt. Nulis sttus trus sms aku bilang 'hati2'. Ngajak kencan trus pake ngasi gelang segala. Apa aku kegeeran lagi? Ngerasa di anggap spesial hanya karena dia ngasi sesuatu miliknya utkku. Trus apa dong maksudnya? Masa gara2 tu gelang gk kepake, daripada dibuang mending dikasi ke aku? Ugh. Sumpah aku gk ngerti jalan pikirannya dia.
  Ya udah. Mending tunggu besok malam lagi aja. Sesuai omongn kami pas ketemu kemaren, lusa dia mo ngajak aku nonton. Jadi liat aja ntar. Klo dia sms atau ngchat aku besok, artinya pemikiranku gk salah. Dianya aja yg pengen sok cuek. Huhh menyebalkn. Aku juga bisa kok pura2 cuek.