expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 22 Desember 2014

What's wrong with me

22 des 2014, 11.11 pm
    Guys, gw seneng deh. Gw seneng malam ini. Senengnya tau gak kenapa? Karna dia bilang aku cantik. Bilang aku elegant. Nulis status klo pacaran sama ahli gizi, katanya banyak rezeki. Jadi malaikat mikailmu. Malaikat penurun rezeki. Haha
   Syukurlah. Aku bisa tersenyum lagi malam ini. Setelah di malam2 sebelumnya, dia selalu membuatku dongkol. Aku yg selalu terbawa emosi, ngambek gak jelas. Meski sempat agak kesal lantaran dia nya yg selalu sibuk ama kerja an dia yg ngelatih anak pmr, tapi setelah dia memujiku. Hanya dengan memujiku, mampu membuat cekungan indah dibibirku. Aku tersenyum hanya dg dia memujiku. :) makasih sayang.
     Kenapa aku sesenang ini? Karna aku tau betul, bahwa pujian itu benar2 pujian. Bukan gombalan. Tapi adalah kata2 atas kekagumannya dari segi fisikku. Memang, apa yg menurut kita bagus, belum tentu bagus bagi dia. Tapi ketika dia bilang itu bagus, itu artinya memang benar2 bagus. Dia lelaki yg jujur. Aku tau itu. Dan kejujurannya lah yg membuat aku tersenyum penuh damai malam ini. :)
Good night, n nice dream khafi ku. Always missing you.

Jumat, 12 Desember 2014

Anniv 3 bulan.

Guys, ini udah 3 bulan gw pacaran. Tadi aku sempat lupa. Dia kecewa. Aku minta maaf. Dia maafin aku setelah aku kirim rekaman suaraku yg nyanyi lagunya salsadila-mimpiku. Emang sih udah lama aku ngerekam, tapi aku selalu nyari moment yg tepat utk kirim tu rekaman sama dia. Dan aku pikir, saat inilah waktu yg tepat.
   Tapi aku rada kesel guys. Masa dia baru mau ngasi aku mawar pas anniv 1 taun. Kan masi lama. Aku kan pengen nya sekarang. Aku sering iri pas liat teman aku dkasi mawar, bahkan tanpa dminta. Ini juga aku lamaa bgt pasang walpaper mawar putih dhp, tujuannya kan biar dia tau klo aku suka mawar putih dan langsung nyari buat dkasi ke aku. Tapi nyatanya smpai skrang dy gk peka2 juga. Smpai aku bilang klo aku pengen bunga. Sekali pas bilang malah djanji'in 9 bln lagi. Sebel. Dasar cowo gk peka.

Rabu, 26 November 2014

Selalu mengecewakanmu, maaf.

26 nov 2014, 11.46 pm
   Malam guys, malam al. :)
Guys, aku sedih. Rasanya perih, nyesek, tapi kok susah ya buat nangis? Gak tau kenapa. Aku hanya merasa, ada semacam batu ganjalan yg masi enggan utk keluar dari dada aku. Aku mencoba menulis. Bercerita pada kalian, dan mungkin agar dia membaca ini di suatu hari nanti. Berharap dapat meloloskan batu itu dg menulis. Meski aku tau, apa yg kulakukan ini tdk akan merubah keputusanmunya.
       Al kahfi, dia pacarku. Iya, sekarang dia pacar aku. Dulunya aku ngefans sm dia. Idola aku di kampus. Satu taon, waktu yg cukup lama utk berusaha menarik perhatiannya.membuat dia agar mengenaliku, berchat an dengan nya agar hubungan kami semakin dekat, memancing dirinya agar mengajakku kencan, dan akhinya aku berhasil. 20 sep 2014, dia nembak aku. Setelah malam itu dia hampir tak pernah lupa mengirim tulisan 'i love u' utk ku. 'Good night, sayang utkku' dan emoth kissing serta hug. Setiap kali ingin tidur. Dia selalu menuliskan nya utku. lelaki yg dlunya hanya ku kenal lewat obrolan fb dan bbm, kini dengan rutinnya mengatakan itu setiap malam. Sbg pacarku. Ya, pacarku. Ma boy :)
       Lalu apa yg kulakukan? Apa yg kulakukan hingga aku mngecewakannya seperti ini? Selalu sja mengecewakannya. Membuatnya marah dan kesal padaku. Dg ulahku, membuat dia bete dan badmood. Benar2 tdk tau di syukur. Begitulah diriku. apakah 1 thn itu belum cukup lama utk brjuang mndptkn ny? Hingga sebegitu mudah dn seringnya aku membuatnya kecewa.
      Harusnya aku terima saja apa mau nya. Tak perlu protes, berusaha membela diri, dsb. Harusnya aku tak membuat dia kecewa seperti ini. Harusnya aku tdk membiarkn dia mengatakan hal itu. Membuat dia berkata, 'bahwa dia ingin membebaskan diriku utk teman2ku.' Bukan itu al yg aku pengin.

     

Kamis, 13 November 2014

Don't sad, al :)

13 nov 2014, 09.41 pm
      Guys, apa kalian pernah meraskan hal seperti ini?
Disaat hati lo terasa amat pedih ketika mengetahui orang yg lo sayang sedang kesusahan. Disaat dia nangis, sedangkan lo gak berada didekatnya saat ini? Disaat tak ada yg bisa lo lakukan utk membantunya. Hanya bisa berkata sabar lewat tulisan. Tak ada yg bisa dilakukan.
      Maaf al. Maaf. Bahkan utk menenangkan hatimu saja aku tak bisa. Membiarkanmu menanggung semua itu sendiri, melampiaskannya pada game dan tidur, tanpa ada yg bisa kulakukan utk menghiburmu.
      Andai aku bisa, ingin sekali aku datang padamu saat ini juga. Memelukmu, membiarkan kepalamu bersandar dibahuku. Kau ingin menangis? Silahkan. Di saat itu aku tidak akan pernah melepaskanmu. Menangislah dipundakku, dipelukanku. Aku berharap, dengan hal kecil yg aku lakukan, setidaknya dpt menenangkan gejolak dihatimu walaupun sebentar. Aku berharap, kehadiranku dpt memberikan sedikit kekuatan utkmu.
     Please, jangan sedih, jangan nangis. Aku sakit hati lho kalo tau kamu kayak gini. Okeh? :)

Rabu, 12 November 2014

Happy 2nd month anniversary

12 november 2014, 11.59 pm
     Happy 2nd month anniversary:-)
Yap, gak kerasa udh 2 bulan gw pacaran ama dia. Ama cowo yg kehadirannya selalu kuanggap sebagai keajaiban utkku. Tak terasa cowo telah mengisi hari2ku selama 2 bulan ini. Selalu hadir disetiap malamku, mengucapkan good night utkku, tak pernah lupa menciumku sebelum tidur. Meski cuma dari emoth :* dan kata 'emuach'. Tapi bisa kurasakan bagaimana ciuman itu. Sebagian dari perasaannya yg tak bisa di ungkapkn lewat kata, sentuhan, dan tatapan.
    Makasih fi, makasih ma boy, mr. Alayku. Kadonya bikin aku spechless. Gantungan kunci angry bird, sebatang coklat dan sepucuk surat dg pita ungu. Hemm masa ungu dikirain pink :D
    Yahh meskipun tgl jadian kita yg sebenarnya itu tgl 20, tp gk papa lh. Dimajuin aja. Diganti sama tgl 12. Haha. Gak tau apa yg mengusik pikiranmu hingga kamu mengira tgl jadian kita hari ini. Padahal di hp aku, sms saat kamu nembak aku, 2bulan yg lalu itu tgl 20. Jelas bgt. Dan aku yakin gk ad yg salah sama setingan date hpku.
    Hemm ya sudahlah. Toh gak ada salahnya dimajuin dikit. Hehe.
Aku sayang kamu, fi. Makiiiin sayang kamu. Pengen seterusnya seperti ini dengan perasaan kita yg setiap bulannya semakin bertambah. Have a nice dream sayang:)

Rabu, 22 Oktober 2014

My first kiss, my dream.

22 okt 2015, 11.10 pm
    Guys, aku kecewa. Aku mengharapkan sesuatu, dan dia tidak memahaminya. Aku sedih. Perih banget rasanya, ketika dia meremehkan prinsipku, membuat aku seegois ini, tak memahami apa yg aku rasakan saat ini.
    Emang salah jika aku memimpikan first kiss ku utk suami ku dimalam pertamaku? Tidak kan? Itu impianku. Impianku sejak dulu. Ingin sekali merasakan indahnya ciuman pertama dg seseorang yg telah bnr2 ditakdirkn utkku. Dmlm pertama setelah melalui proses ijab kabul disiang harinya. Disaat semua yg haram mnjdi halal. Dsmw yg brnilai maksiat, mjd brnilai ibadah. Aku ingin merasakannya. Apa aku salah?
      Ku katakan hal itu padanya. Dan dia menerima dan berjanji tdk akan menghancurkan impianku. Aku senang dan aku percaya padanya. Namun, dia mempertanyakan keikhalasanku apabila suamiku nanti, justru tidak melakukan hal itu utk pertama kalinya. Dia bertanya, apakah aku ikhlas jika ternyata first kiss yg aku berikan utk suamiku, justru sdh pernah suamiku berikan utk wanita lain?
     Sulit sekali menjawabnya. Padahal jawabannya hanya satu. Aku harus ikhlas. Karena org itu suamiku. Aku telah memilihnya. Aku mennerima dia apa adanya. Termasuk masa lalunya. Mungkin al tidak setuju dg jawabanku. Dia menolak prinsipku. Aku sedih. Aku agak kecewa.
    Padahal aku berharap, sangat berharap. Bahwa org itu adalah dirinya. Org yg beruntung itu. Aku berharap saat ini dia bisa sepertiku. Mengikuti prinsipku. Hanya memberikan first kiss nya utk wanita yg tepat. Wanita yg tepat itu adlh istrinya. Dan aku berharap akulah yg akan mendapatkannya. Tapi dia tdk mengatakannya. Dia tidak memahami maksudku. Aku sedih.
    Aku tau aku egois. Hanya mempedulikan impianku, tanpa mempedulikan hal yg lain. Tentu saja dia menginginkan first kissku. Dan aku tak bisa memberikannya. Aku tau dia kecewa. Maaf al, maaf. Bukan berarti sayangku kurang padamu. Hanya saja aku terlalu menantikan saat indah itu. Saat indah ketika kita dipertemukan takdir, brjNji sehidup semati akan selalu bersama. Aku sayang kamu, al.

Senin, 13 Oktober 2014

What should I do?



13 Oktober 2014, 09.34 pm
                What should I do? What should I do, God?
Aku bingung. Aku gak tau apa yg harus kulakukan. Untuk menghiburnya, untuk membantunya, aku tak bisa. Aku hanya bisa menangis, tanpa tau harus bagaimana. Aku sedih. Aku sedih memikirkannya. Apa yang dia pikirkan menjadi apa yang aku pikirkan. Beban yang dia tanggung, aku tak bisa menguranginya.
                Hidup seperti itu, bagaimana mungkin dia bisa bertahan? Sesulit itu kah? Bagaimana bisa? Bagaimana kamu bisa bertahan hingga sejauh ini? Kekuatan apa yang kamu miliki, al? Hal itukah yang membuatmu sekurus ini? Memiirkan banyak hal sendirian. Uang kuliahmu, tugas kuliahmu, kau menjadikan itu beban dalam kesendirian? Bagaimana bisa?
                Maafkan aku. Maafkan aku karena tak bisa melakukan apapun untukmu. Hanya bisa mendo’akanmu lewat shalatku. Sungguh, aku tak ingin beban seberat itu kau tanggung sendirian. Aku ingin membantu, tapi apa yang bisa kulakukan?
                Ya Allah, aku memohon padaMu. Dengarkan setiap perkataannya. Kabulkan pintanya Ya Allah. Berikan yang terbaik untuknya. Mudahkan urusannya. Bimbing dia menjadi orang yang sukses di dunia dan di akherat. Aku menyayangi, sungguh menyayanginya.Tidak ingin sesuatu apapun terjadi padanya Ya Allah.

Minggu, 12 Oktober 2014

Finally, i read you again.

12 oktober 2014, 11.11 pm
    Guys, aku bahagiaaaa bgt malam ini. Aku tambah sayang sama dia. Sayaaang, sayang, sayang. Makan siomay bareng dia, becanda ama dia, sedikit rayuan kecil dari dia, dan genggaman tangannya yang masih bisa kurasakan saat ini.
   Aku seneng. Dia pake jaket pemberianku. Yahh meskipun awalnya agak lucu dan gak cocok, tp tadi bagus2 aja kok. Hehe. Dia tetap keren. Hidungnya tetap mancung, dan wangi parfumnya yg nyelengiit banget. Eh, sebenernya ku kurang suka parfumnya yg sekarang. Lebih suka yg dulu. Krn udah lekat bgt di idung aku, dan jdi bagian identitas dirinya. Tp gk papa lah. Peduli amat soal parfum. Kamu pake parfum atau gak, wangi atau gak, gak peduli lah. Kamu tetap keren, pacarku yang paaaling kusayang. *hug
     Oh ya, makasih al. Akhirnya kamu bawa pesanan aku juga. Surat cintaku tempo dulu, yg khusus aku dan kakaku(hehe) tulis buat kamu, akhirnya kamu bawain. Aku sampe histeris. Ku pikir kamu bakal terus lupa. Eh, kamu ingat. Hihi aku jadi senyum2 sendiri pas ngebaca. Jadi flashback sendiri.
     Ternyata gak ada yg sia2. Apa yg kulakukan tempo dulu, menulis surat cinta utkmu, mengagumimu sejak pertama kali ku melihatmu, tidaklh sia2. Krna kini kau membalas surat cintaku. Kau berkata 'i love u' padaku. Kau memiliki perasaan yg sama denganku. Aku bahagia. Sangaat bahagia. Makasih al. Kehadiranmu dihidupku, membuat duniaku menjadi lebih berwarna, membuatku lebih ceria. I love u :-)

Jumat, 10 Oktober 2014

Sebel sampe nangis



10 September 2014, 11.09 pm
                Guys, 20 hari telah berlalu. Aku pacaran sama dia, cowok yang aku kagumin sejak dulu. 20 hari, mungkin bukan waktu yang singkat, namun bukan juga waktu yang lama. Entahlah. Yang aku tau, waktu itu tak begitu terasa. Bemacam hal telah ku lewati bersamanya. Tentu saja, sangat berbeda dengan saat itu. Saat aku masih hts’an ma dia. Kini menjadi lebih terbuka, sudah banyak suara yang mampu memecah kekakuan kami. Mungkin karena adanya rasa memiliki satu sama lain, itulah yg membuatku merasa selalu ingin menceritakan semua hal padanya. Tentang diriku, keluargaku, teman-temanku, kebiasaanku.
                Guys, hari ini, setelah berpacaran dengannya 20 hari, untuk pertama kalinya, rasanya aku ingin menangis. Bukan menangis terharu atau bahagia. Entah kenapa rasanya ada sesuatu di dadaku yang mengganjal. Ingin sekali aku menumpahkannya, tapi aku tak bisa.
                Berada di antara teman-temannya, bikin aku mati gaya. Aku bingung gak tau apa yang harus aku lakukan. Aku ingin akrabin teman-temannya, mendekati mereka satu persatu, ingin bergabung di antara mereka. Tapi, kok bisa sesulit ini? Wajar sih, toh baru pertama kali. Aku juga butuh waktu kok. Maaf, al. Maaf kalo aku malu-maluin dan ngecewain.
Guys, aku sebel. Sebel sama mantannya. Kenapa sih, kami harus berada di tempat yang sama, bertiga ama tu orang? Kenapa dia ada disitu? Tidak, yang ada, kenapa harus kesana? Kenapa gak ke tempat lain? Aku sebel, Seakan-akan kehadirannya itu jadi ancaman. Dan kenapa aku harus merasa terancam? Dia tidak lebih cantik dari aku. Dia tidak lebih baik dari aku. Aku punya sesuatu yang dia gak punya. Yang bikin al suka ma aku. Iya kan, al? Tapi kenapa ya? Aku kok sebel banget. Apalagi pas liat dia asik ngobrol sama teman-teman kamu. Seakan-akan mereka dekat karena kamu.
Aku sebel, al. Sebelnya sampe mo nangis. Terasa berada di antara orang asing gitu loh. Di saat aku yang juga tidak begitu mengenalmu, yang tidak tau apapun tentang kamu. Kalian yang mengenal satu sama lain. Mantan kamu yang akrab sama teman kamu. Membuat nyaliku ciut, sebel, sebel sampe nangis. Kenapa sih harus dia yang lebih dulu mengenalmu? Kenapa kesempatan itu datang padanya lebih dulu? Kenapa harus dia yang lebih dulu mengenal teman-temanmu? Kenapa tidak aku? Padahal aku lebih dulu menyukaimu. Aku lebih dulu mengagumimu.

Minggu, 28 September 2014

my dream is become true.



28 sep 2014, 09.45 pm
ketika takdir tlah dibuktikan
saat berjumpa terasa berbeda
tak pernah kurasa sebelumnya
dan inilah yg pertama

awalnya aku tak menyadari
hatiku tlah tertambat dihatimu
seiring dg berjalannya waktu
semua terasa sempurna

mimpiku yg paling indah memilikimu, menjagamu, dan berada disampingmu
mimpiku mjdi sempurna menjalani hidup denganmu

berikan hati ini utkmu
ku pastikan raga ini milikmu
hanya milikmu selamnya
tak terikat oleh waktu
                Guys, baru kali ini aku merasakan mimpiku menjadi kenyataan. Setelah satu minggu berpacaran dengannya, baru kali ini, baru saat ini aku benar2 bisa merasakan bahwa mimpi itu menjadi nyata. Berkat surat kritik tempo ospek yang dia kembalikan padaku, membangkitkan kembali nostalgia itu. Ketika pertama kali aku melihatnya setahun yang lalu. Memberikan 2 surat khusus untuk dirinya. Surat cinta dan surat kritik. Meskipun hanya sebatas kewajiban dari tugas maba yang sedang di ospek, namun pilihanku jatuh padanya. Hanya karena dia terlihat keren, cool, cuek, dan jutek. Gak kapok meskipun ditolak pas minta tanda tangan.
                Inilah takdir. Siapa sangka bahwa lelaki itu sekarang menjadi pacarku. Berawal dari facebook, bbm’an, smsan, ketemuan, hts’an, lalu jadian. Semua bertahap. Satu tahun aku menantinya. Bersabar dalam pengharapan, berjuang demi mendapatkan perhatiannya. Perlahan melangkah, berusaha mensejajari tempatnya langit. Agar dekat dengannya, selalu dekat dengannya, tanpa pernah terjatuh lagi.
                Kini setahun telah berlalu. Sudah selama itu aku menyukainya. Hanya dia satu-satunya yang ada dihatiku. Dari dulu hingga sekarang. Dari pertama kali ku melihatnya, dari rasa kagum yang berubah menjadi suka ketika ku tau berbagai hal positif tentang dia. Hingga akhirnya, rasa itu berubah menjadi sayang, tidak  ingin kehilangannya, ingin selalu dekat dengannya. Yaitu ketika aku resmi menjadi pacarnya saat ini.
                Kini mimpiku tercapai. Kesabaranku berbuah indah. Dan penantianku, tak ada yang sia2. Lalu apa lagi yang aku inginkan dan aku harapkan? Justru makin banyak. Makin banyak yang aku inginkan.
Ingin selalu dekat dengannya, menjadi pendengarnya yang baik, menjadi sandaran ketika dia punya masalah, ingin melewati akhir pekan dengannya ke tempat2 yang tak pernah aku kunjungi. Berfoto bersamanya, alay bareng, selfi bareng, dapat menjadi teman, sahabat, sodara dan pacar yang baik tentunya.
                Aku akan berusaha. Aku akan belajar menerima kamu apa adanya, al. Gak peduli kamu kere, kurang peka, atau gak romantis, aku akan belajar menerimanya. Siapa juga yang pengen kamu sama kayak lelaki lain. Justru aku harap kamu beda dari mereka. Aku bangga lho punya pacar yang unik, kreatif kayak kamu. Aku juga percaya kamu. Aku percaya kamu lelaki yang baik. Aku percaya kamu gak bakalan ngelakuin sesuatu yang aku gak suka. Aku akan pertahanin hubungan ini. Aku harap kamu juga. Aku harap kamu gak nodain kepercayaan aku. Gak akan ngecewain aku, dan ninggalin aku. Dan aku harap kamu juga sama kayak aku. Selalu belajar dan belajar. Belajar mengerti, memahami, berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
                Aku sayang kamu juga, al. I love you too. 

Minggu, 21 September 2014

When you write my name on bbm.

21 sep 2014, 10.53 pm
    Guys, sekarang, mulai malam ini dunia jadi tau klo gw, Uli, pacaran sama Kahfi. Duhh kalo liat namanya berasa gimanaaa gitu. Apalagi pas namanya tertera jelas di status bbm aku. Begitu pun juga namaku. Yg terpampang begitu jelas di status bbm nya. Wahh berasa gimana ya? Yaa beda aja. Yg dulu org taunya kami sekedar teman jalan, atau teman chat'an, kini telah berpacaran. Yg dulunya org tau aku fansnya dia, kini telah menjadi kekasihnya.
    Masih kya mimpi, seperti keajaiban. Smsn tiap hari dengannya, bbm an, mengetahui smw yg dia lakukan, oh, God, aku sungguh menyayanginya saat ini. Aku tidak ingin kehilangannya, aku tidak ingin ini berakhir. Sungguh, semoga dia juga merasakan apa yg aku rasa.

Sabtu, 20 September 2014

When you n me to be us

20 sep 2014, 10.50 pm
      Gw jadian. Yup. Setelah mengenalnya 1 tahun, akhirnya dia mjd milikku. Aku bahagia? Tentu saja. Bukankh ini yg ku impikn sejak dulu? Ketika dia mengatakan 'maukh kau menjadi pacarku?'. Dan aku berkata 'iya, aku mau'.
    Hmm..tadi malam, kira2 jam setengah 1, dia menanyakan hal itu. Setelah melewati perdebatan yg lumayan panjang dan agak ribet, namun akhirnya dia nembak aku juga. Setelah menarik ulur hatiku begitu lama, kalimat itu, akhirnya keluar juga. Huufft, yg kurasakan, aku lega. Lega setelah cukup lama melewati segalanya, terkatung2 dlm ketidakpastian, hubunganku dengannya akhirnya punya status. Meskipun belum dia cantumkn namaku dlm fb nya dn status bbm nya, gak masalah kok. Toh meski gak ada namaku disitu, sebagian teman aku dn temannya juga udah tau kalo kami pacaran, meski sebelumnya hanya bersikap layaknya orang pacaran.
      Sebenarnya gak ada yg berkesan tadi malam. Caranya nembak aku, biasa aja. Gak ada romantisnya. Gak ada kata2 filosofis atau sajak cinta. Hanya 'kamu mau jadi pacar aku atau gak?' Kesannya malah kayak nawarin pake sebel gitu loh. Jadi sebenarnya dia ikhlas gak sih jadian sama aku? Aaarghh gak sabar pengen ketemu dia. Pengen liat mukanya. Mo tau dia serius atau gak. Hemm sampai ketemu senin ntar ya, al :)

Minggu, 14 September 2014

Bolehkah aku berandai?

14 sep 2013, 10.55 pm
   Inilah hidup. Bentar senang, bentar sedih. Kemaren senyum, kali ini nangis. Hanya berharap, setelah sedih dan air mata, kita dpt merasakn kembali bahagia itu.
   Aku berandai. Andai saja semua yg terjadi padaku benar adanya. Andai saja aku tidak sedang bermimpi. Andai saja apa yg dia katakan, seperti apa yg dia rasakan. Andai saja dia benar menganggap kakaku sbg calon iparnya, andai saja dia juga menganggap ayahku, sbg ayah mertuanya. Andai 'i love you' itu, panggilan sayang itu, hatinya yg berucap. Bukan mulutnya, ataupun sebatas tulisan.
     Bodoh sekali aku yg berandai seperti itu. Berharap begitu banyak. Bodoh. Membiarkan semuanya mengalir seperti air. Tanpa takut sakit dan terjatuh ke lubang yg sama. Menutup semua pintu hanya tak ingin menyukai yg lain selain dirinya. Menunggu absennya, memberikan perhatian lebih padanya. Hanya karna tak ingin dia marah, meninggalkanku karna menganggapku cuek dn tidak peduli terhadapnya.
      Lebih baik aku tidak tau. Tentang apa yg dia katakan. Apakah itu serius atau hanya lelucon?, biarkan aku utk tidak mengetahui jawaban langsung darinya. Biarkan waktu saja yg menjawabnya. Yahh meskipun waktu tak bisa bicara, tapi dia bisa membuktikan.
      Tuhan, sungguh aku menyukainya, dan kini mulai menyayanginya. Aku tak ingin dia meninggalkanku. Aku ingin terus seperti ini dan seperti ini. Tapi aku tau itu tidak mungkin. Lalu apa yg harus kulakukan, Tuhan? Beri tau aku.
     Bodoh. Di hari yg bahagia ini. Di hari ultah ayahku dia mengacaukan perasaanku. Maaf ayah, tak seharusnya aku begini. Begitu lemah hanya krna seorang laki2. Laki2 yg jauuuh dari kata sempurna dari ayah. Laki2 yg mungkin tak akan pantas menggantikan ayah sbg pemimpinku. Tapi ayah, aku sungguh terlanjur menyukainya. Dan mungkin kau tdk tau, bahwa dlm urusan lelaki, aku selalu keukeh dan konsisten pda pilihan hatiku. Tak akan kulepaskn dia hingga aku bisa menemukan pengganti yg lebih baik dari dia. Namun aku tak kunjung menemukannya. Bagaimana yah? Jika ayah bersedia, tak apa jika semuanya kuserahkan pada ayah. Apa yg ayah pilihkan utku, aku yakin itu yg terbaik. Maukh ayah membantuku menemukannya?
   Happy birthday abah. Aku merindukanmu saat ini. Aku menyayangimu dan aku tak ingin mengecewakanmu. Jangan pernah letih utk mendoaknku, ayah. Aku tak tau bagaimana hidupku disini jika tanpa doa dari ayah dan ibu. Terima kasih karena telah mjd orang tua terbaik sedunia.

Sabtu, 13 September 2014

Wangi parfumnya yg membuatku semakin menyukainya :)



13 september 2014, 11.15 pm
                Guys, malam ini damai banget. Malam minggu yaaaang damai. Gw bahagia. Sangat bahagia. Meskipun gw masih diselingkuhin sama handphonenya, sama bbm nya, tapi itu gak sebanding ama perasaan gw ketika duduk di motornya. Dibelakangnya, dengan jarak yang sedekat itu. Wangi parfumnya yang aku rindukan, yang selalu tercium oleh indera pembauku.
                Gaya pakaiannya malam ini. Kaos pendek dan celana jeans membuat dia selalu tampak keren di mataku. Memperlihatkan urat2 di lengannya, benar2 terlihat kekar. Wahh..aku jadi semakin menyukainya. Saaaaaangat menyukainya. Hingga kata apapun tak akan pernah cukup untuk menuliskan kekagumanku padanya.
                Tanpa mempedulikan apa yang kami bicarakan di bbm atau di sms, hanya dengan berada di dekatnya seperti itu, melihat dirinya tersenyum padaku, sudah cukup menjadi alasan bahwa aku menyukainya. Perasaan yang seperti ini, terasa damai, menenangkan. Rasa yang tak meminta balasan apapun darinya. Apakah ini yang namanya tulus?
                God, aku menyukainya. Aku menyukainya hingga aku tidak peduli lagi semua kejelekannya. Dia berasal darimana, bahasanya, sikapnya yang selalu menduakanku dg handphone, aku tidak peduli. Jika memang itu kejelekannya, aku ingin mengubahnya, aku ingin merubahnya menjadi lebih baik tanpa dia kehilangan jati dirinya. Ya Tuhan, jika dia memang jodoh terbaikku, aku ingin mengubahnya seperti itu. Bolehkah?
                Makasih, al. Makasih telah membuatku bahagia malam ini. Sedikit mengurangi gugupnya presentasi besok. Lumayan tenang. Bismillah aja. Fighting !!