14 April 2014, 12.03
Seluruh tubuh aku seperti membeku. Jantungku
bedetak makin cepat. Hatiku bergemuruh hebat, Apa yg kurasakan saat ini, serasa
tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Aku bahagia, lebih dari sekedar bahagia.
Seperti mimpi. Seperti keajaiban.
Sejak malam itu, baru kali ini dia mengusik hidupku kembali.
Dia chat aku lagi. Setelah hampir 1 bulan aku nungguin dia. Nungguin dia ol di
fesbuk. Nunggu dia chat aku.
Setelah malam itu, aku takut banget
dia ilfil. Dia gak sms aku lagi, dan berenti nge chat'in aku. Tiap hari aku
berharap bisa baca status dia, foto terbarunya dia, dan berharap tidak membaca
status hubungan dia berpacaran dengan cewe lain. Tiap aku mo ke kampus, aku
berdoa 'God, aku ingin melihatnya hari ini. Tanpa perlu dia melihatku. Hanya
aku yg melihatnya.'
Dan hari ini, Allah mengabulkan do'aku. Aku bertemu dengannya
di kampus. Sungguh tak menyangka, tak pernah ku duga. 2 minggu lebih aku
menunggunya, menunggu kesempatan utk melihatnya. Bagaimana dirinya sekarang?
Bagaimana wajahnya saat ini? Masihkah dia terlihat jutek seperti pertama kali
ku melihatnya? Ataukh dia telah berubah? Aku penasaran. Sangat penasaran. Semua
tentang dirinya aku ingin mengetahuinya.
Dan ternyata, dia masih sama. Masih sama ketika pertama kali
ku melihatnya pada saat itu. Dari balik kaca helm silverku dia masih terlihat jutek,
masih keren kayak dulu.Tidak ada yg berubah. :) Aku membuka helmku sedikit.
Berharap dia melihatku, dan mengenaliku. Cewe yang pernah jalan dengannya
setengah bulan yang lalu, yang begitu membosankan, dan juga pelupa. Namun
tidak, dia tidak mengenaliku. Syukurlah, karena saat itu aku juga tidak begitu
siap untuk dilihatnya. Tidak memakai eye liner, wajahku kusam dan kotor. Tidak
masalah. Asalkan aku bisa melihatnya, walaupun hanya beberapa menit, dalam
jarak yang lumayan dekat, meski tidak sedekat malam itu.
Aku berniat untuk melakukan
rencanaku yang sempat gagal 2 kali. Mengikutinya dan mengetahui rumahnya. Jadi
aku menuju ke gedung belakang, dan ingin menunggunya hingga dia menaiki motor
dan beranjak pulang. Ku naiki tangga untuk menuju lantai 2, kelas yang biasa
kami pakai untuk perkuliahan. Disitulah aku ingin mematainya. Namun belum
sempat aku masuk kelas, ku pandangi jendela kacanya, sudah tidak terlihat lagi
wujud motor biru plus helm khasnya di parkiran. Dia menghilang. Dia menghilang
sementara aku menaiki tangga. Cepat sekali. Merasa selang waktu yang ku gunakan
untuk ke lantai 2 tergolong singkat, aku berpikir, mungkin aku masih sempat
mengejarnya. Secepat kilat aku turun, menyalakan motorku, dan keluar dari
gerbang. Menuju jalanan. Dalam hati aku terus berdo’a, semoga aku masih bisa
menemukannya. Jangan biarkan kali ini aku gagal, Ya Allah.
Aku berbelok ke Balitan. Mungkin
dia memilih lewat jalan dalam yang tidak begitu padat kendaraan. Atau mungkin
saja dia mampir ke rumah temannya yang ada di salah satu perumahan disana.
Namun, sudah begitu panjang jalan yang kulalui, aku masih belum bisa menemukan
wujud dirinya. Sudah ku tanyakan pada beberapa orang, tentang komplek perumahan
yang mungkin dia tuju, namun tidak ada yg tau. Entahlah, mungin aku salah
menyebutkannya. Aku menyerah. Untuk yg ketiga kalinya, aku gagal lagi.
Ketahuilah, bahwa atas apa yang kulakukan tadi siang, Allah memberikan
aku hadiah yang telah ku nantikan selama ini. Chat’an dengannya. Hal yang ku
nantikan sejak dulu. Saat ku menemukan namanya telah ol di obrolanku, aku sudah
bahagia sekali. Karena dari situ, muncul harapan, semoga dia nge chat aku malam
ini. Aku sampe nulis tweet di twitter. ‘Chat aku pliss’. Gitu kataku. Dan
keajaiban pun terjadi.
Pukul 09.49, dia ngechat aku.
Beneran lho. Aku sampe gak nyangka. Soalnya dia sempat off. Aku pikir dia gak
bakal ol lagi. Tapi ternyata. Kyaaaaa....aku teriak mendapati namanya nongol di
obrolan chatku. Sampe bikin teman aku pada heran dan penasaran siapa cowo yang
udah bikin aku histeris kaya gitu.
Tau gak dia nulis apa? Katanya ‘guring2
dah’. Kyaaaa dia nyuruh aku tidur. Haha. Pasti modus doang biar bisa chat’an ma
aku. Hihi, kan baru setengah 10, masa anak kost disuruh tidur jam segitu. Haha.
Emm..tau gak. Dari beberapa kali
aku chat’n dan smsn sama dia, baru kali ini dia agak genit. Pas aku nanya
jamber dia besok kuliah, dia ke ge er’n sendiri. Katanya, ‘hndk bedapat aku kh?’.
Artinya, ‘mau ngeliat aku, ya?’. Haha, ngebaca itu, aku jadi malu. Meskipun dia
benar, tetap saja, aku malu. Senyum sendiri. Kok dia tau sih, haha. Sebelnya, dia
pake bahas ka zai segala. Tau gak si ka, aku kenal ka zai, smsn sm ka zai,
bhkan jln sama ka zai, itu semua karena kaka. Aku pengin tau semua tentang kaka
dari dia. Jadi bukan karna aku suka dia. Aku cuma suka kaka dari dulu.
Ada suatu perasaan yang ku jaga
dengan rapi, dan terasa tak tertahankan saat ini. Saat kaka bilang itu, saat
kaka bilang, ‘kangen kah?’. Ingin sekali aku membenarkannya. Karena semua itu
memang benar. Dan aku tak boleh mengatakannya. Tak ada istilah cewe mengatakan
cinta lebih dulu di kamusku, kecuali pada saat2 terakhir. Saat aku menyarah
menyukainya, saat dia akan pergi dari kehidupanku.
Hanya dari sini aku bisa bilang
yang sebenarnya. Tentang hatiku, perasaanku, harapanku.
Aku ingin sekali membantunya. Memberikan buku itu. Tapi aku gak punya cukup
uang untuk membelinya. Jujur saja, aku tidak ingin dia tau tentang perasaanku,
namun aku ingin melakukan sesuatu, untuk membuatnya merasa, bahwa ada seorang
cewe yang telah menyukainya saat ini, dari pertama kali dia melihatnya, hingga
bulan demi bulan pun berlalu. Hingga saat ini.