expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 21 April 2014

Mata ini pun bertemu

 
21 april 2014, 09.40 pm

            Setelah 6 bulan, sejak ku sodorkan buku ttdku padanya, hari ini menjadi kali pertama dia melihatku di kampus. Saat aku dan 2 temanku duduk santai di dekat mading lantai 1, dia turun dari tangga dengan beberapa temannya. Awalnya, dia hanya berniat untuk melihat kami sekilas. Namun, karena dia merasa mengenali seseorang dari 3 cewe itu, dia menoleh lagi. Memastikan bahwa salah satu cewe yang dia lihat, adalah seseorang yang sering chat’an dan smsn beberapa kali dengannya, juga pernah duduk di motornya, di belakangnya.
            Mata kami sempat bertemu. Dan ekspresinya tak pernah berubah semenjak pertama kali ku melihatnya. Datar tanpa ekspresi. Cuek dan jutek. Hal yang ku suka darinya.


 Andai dia bisa tersenyum seperti itu....

Sabtu, 19 April 2014

Dan inilah yang terbaik

19 April 2014, 08.03
  
   ' Jika dia baik untukku, dekatkan aku dengannya, Ya Allah. Namun jika sebaliknya, jika dia bukan cowo yg baik untukku, jika semakin aku dekat dengannya, aku akan merasa lebih sakit lagi, jika dia menjadi penghalang untuk menggapai cita-citaku, aku mohon, jauhkan aku dengannya. Biarkan aku melupakannya.'

Sekarang aku telah mendapatkan jawabannya. Tidak disangka secepat ini. Baru tadi sore aku berdo'a. 4 jam kemudian, Allah telah memberiku petunjuk. Petunjuk tentang apa yang akan kulakukan ke depannya. Yahh..meskipun agak berat untuk diterima, meskipun agak mengecewakan, meskipun bikin aku nangis, tapi aku tau kok, kalo ini benar-benar yang terbaik untukku. Jawaban atas do'aku tadi sore.

Aku yakin, ini tuh cuma awalnya aja. Paling juga bentar kayak gini. Besok-besoknya aku pasti bisa nerima dengan sepenuh hati keputusanNya. Dan aku juga yakin, aku pasti bisa ngelupain dia. Iya kan, God? Aku gak tau kapan. Tapi aku bisa berenti suka sm dia kan?

Semakin aku menyukainya, aku akan semakin sakit. Aku akan berharap yang tidak-tidak. Dan perasaanku, tak kunjung terbalas. Dia hanya akan memilih yang lain. Di antara banyak cewe yang suka sama dia, aku bukan apa-apa. Hanya karna pernah beberapa kali chat-an dan smsn dengannya, dan pernah jalan dengannya, tidak akan menjamin dia memilihku. Aku tereliminasi lagi. Dan selamanya, aku hanya menyukainya, dengan dirinya yang menyukai cewe lain.

Sungguh, aku tidak ingin itu terjadi padaku. Aku ingin melupakannya. Aku ingin berhenti menyukainya. Bantu aku, Ya Allah.

Selasa, 15 April 2014

Makasih, udah chat aku lagi :)

14 April 2014, 12.03

     Seluruh tubuh aku seperti membeku. Jantungku bedetak makin cepat. Hatiku bergemuruh hebat, Apa yg kurasakan saat ini, serasa tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Aku bahagia, lebih dari sekedar bahagia. Seperti mimpi. Seperti keajaiban.
   Sejak malam itu, baru kali ini dia mengusik hidupku kembali. Dia chat aku lagi. Setelah hampir 1 bulan aku nungguin dia. Nungguin dia ol di fesbuk. Nunggu dia chat aku.
  Setelah malam itu, aku takut banget dia ilfil. Dia gak sms aku lagi, dan berenti nge chat'in aku. Tiap hari aku berharap bisa baca status dia, foto terbarunya dia, dan berharap tidak membaca status hubungan dia berpacaran dengan cewe lain. Tiap aku mo ke kampus, aku berdoa 'God, aku ingin melihatnya hari ini. Tanpa perlu dia melihatku. Hanya aku yg melihatnya.'
   Dan hari ini, Allah mengabulkan do'aku. Aku bertemu dengannya di kampus. Sungguh tak menyangka, tak pernah ku duga. 2 minggu lebih aku menunggunya, menunggu kesempatan utk melihatnya. Bagaimana dirinya sekarang? Bagaimana wajahnya saat ini? Masihkah dia terlihat jutek seperti pertama kali ku melihatnya? Ataukh dia telah berubah? Aku penasaran. Sangat penasaran. Semua tentang dirinya aku ingin mengetahuinya.
   Dan ternyata, dia masih sama. Masih sama ketika pertama kali ku melihatnya pada saat itu. Dari balik kaca helm silverku dia masih terlihat jutek, masih keren kayak dulu.Tidak ada yg berubah. :) Aku membuka helmku sedikit. Berharap dia melihatku, dan mengenaliku. Cewe yang pernah jalan dengannya setengah bulan yang lalu, yang begitu membosankan, dan juga pelupa. Namun tidak, dia tidak mengenaliku. Syukurlah, karena saat itu aku juga tidak begitu siap untuk dilihatnya. Tidak memakai eye liner, wajahku kusam dan kotor. Tidak masalah. Asalkan aku bisa melihatnya, walaupun hanya beberapa menit, dalam jarak yang lumayan dekat, meski tidak sedekat malam itu.
   Aku berniat untuk melakukan rencanaku yang sempat gagal 2 kali. Mengikutinya dan mengetahui rumahnya. Jadi aku menuju ke gedung belakang, dan ingin menunggunya hingga dia menaiki motor dan beranjak pulang. Ku naiki tangga untuk menuju lantai 2, kelas yang biasa kami pakai untuk perkuliahan. Disitulah aku ingin mematainya. Namun belum sempat aku masuk kelas, ku pandangi jendela kacanya, sudah tidak terlihat lagi wujud motor biru plus helm khasnya di parkiran. Dia menghilang. Dia menghilang sementara aku menaiki tangga. Cepat sekali. Merasa selang waktu yang ku gunakan untuk ke lantai 2 tergolong singkat, aku berpikir, mungkin aku masih sempat mengejarnya. Secepat kilat aku turun, menyalakan motorku, dan keluar dari gerbang. Menuju jalanan. Dalam hati aku terus berdo’a, semoga aku masih bisa menemukannya. Jangan biarkan kali ini aku gagal, Ya Allah.
   Aku berbelok ke Balitan. Mungkin dia memilih lewat jalan dalam yang tidak begitu padat kendaraan. Atau mungkin saja dia mampir ke rumah temannya yang ada di salah satu perumahan disana. Namun, sudah begitu panjang jalan yang kulalui, aku masih belum bisa menemukan wujud dirinya. Sudah ku tanyakan pada beberapa orang, tentang komplek perumahan yang mungkin dia tuju, namun tidak ada yg tau. Entahlah, mungin aku salah menyebutkannya. Aku menyerah. Untuk yg ketiga kalinya, aku gagal lagi.
     Ketahuilah, bahwa atas apa yang kulakukan tadi siang, Allah memberikan aku hadiah yang telah ku nantikan selama ini. Chat’an dengannya. Hal yang ku nantikan sejak dulu. Saat ku menemukan namanya telah ol di obrolanku, aku sudah bahagia sekali. Karena dari situ, muncul harapan, semoga dia nge chat aku malam ini. Aku sampe nulis tweet di twitter. ‘Chat aku pliss’. Gitu kataku. Dan keajaiban pun terjadi.
     Pukul 09.49, dia ngechat aku. Beneran lho. Aku sampe gak nyangka. Soalnya dia sempat off. Aku pikir dia gak bakal ol lagi. Tapi ternyata. Kyaaaaa....aku teriak mendapati namanya nongol di obrolan chatku. Sampe bikin teman aku pada heran dan penasaran siapa cowo yang udah bikin aku histeris kaya gitu.
  Tau gak dia nulis apa? Katanya ‘guring2 dah’. Kyaaaa dia nyuruh aku tidur. Haha. Pasti modus doang biar bisa chat’an ma aku. Hihi, kan baru setengah 10, masa anak kost disuruh tidur jam segitu. Haha.
  Emm..tau gak. Dari beberapa kali aku chat’n dan smsn sama dia, baru kali ini dia agak genit. Pas aku nanya jamber dia besok kuliah, dia ke ge er’n sendiri. Katanya, ‘hndk bedapat aku kh?’. Artinya, ‘mau ngeliat aku, ya?’. Haha, ngebaca itu, aku jadi malu. Meskipun dia benar, tetap saja, aku malu. Senyum sendiri. Kok dia tau sih, haha. Sebelnya, dia pake bahas ka zai segala. Tau gak si ka, aku kenal ka zai, smsn sm ka zai, bhkan jln sama ka zai, itu semua karena kaka. Aku pengin tau semua tentang kaka dari dia. Jadi bukan karna aku suka dia. Aku cuma suka kaka dari dulu.
   Ada suatu perasaan yang ku jaga dengan rapi, dan terasa tak tertahankan saat ini. Saat kaka bilang itu, saat kaka bilang, ‘kangen kah?’. Ingin sekali aku membenarkannya. Karena semua itu memang benar. Dan aku tak boleh mengatakannya. Tak ada istilah cewe mengatakan cinta lebih dulu di kamusku, kecuali pada saat2 terakhir. Saat aku menyarah menyukainya, saat dia akan pergi dari kehidupanku.  
   Hanya dari sini aku bisa bilang yang sebenarnya. Tentang hatiku, perasaanku, harapanku.
Aku ingin sekali membantunya. Memberikan buku itu. Tapi aku gak punya cukup uang untuk membelinya. Jujur saja, aku tidak ingin dia tau tentang perasaanku, namun aku ingin melakukan sesuatu, untuk membuatnya merasa, bahwa ada seorang cewe yang telah menyukainya saat ini, dari pertama kali dia melihatnya, hingga bulan demi bulan pun berlalu. Hingga saat ini.

Jumat, 11 April 2014

Mimpiku



Ketika takdir tlah dibuktikan
saat berjumpa terasa berbeda
tak pernah kurasa sebelumnya
dan inilah yg pertama
 awalnya aku tak menyadari hatiku tlah tertambat dihatimu
seiring dg berjalannya waktu
semua terasa sempurna
 mimpiku yg paling indah
Memilikimu, menjagamu, dan berada disampingmu
mimpiku menjadi sempurna menjalani hidup denganmu..

    Pertama kali dengar lagu itu, aku jadi ingat dia. Emang aku selalu ingat dia. Kapan sih aku pernah lupa sama dia. Liriknya pas banget sama keadaanku sekarang. 'Mimpiku yg paling indah, memilikimu, menjagamu, berada disampingmu'. Meski awalnya, semenjak aku mengaguminya, pikiran seperti itu tak pernah mampir dipikiran aku, namun semenjak malam itu, mau gak mau kepikiran juga. Sayangnya, aku kurang beruntung. Semenjak malam itu, dia tak pernah lagi mengusik hidupku. Hingga membuat harapan itu, seketika merubah menjadi sebuah mimpi. Mimpi yang mungkin, takkan pernah terwujud. Hanya sebuah mimpi. Bunga tidurku.