11 Februari 2015,
01.15 pm
Well, masalah lain
pun datang lagi. Cobaan untuk korban pasangan ldr seperti kami. Berakar dari
menurunnya rasa kepercayaan, lalu pengaruh pihak ketiga, dan sampai pada
perbedaan prinsip. Yang semakin lama semakin merenggangkan hubungan ini. Aku
menyayanginya. Sangat menyayanginya. Meski dia punya sifat sekeras batu, aku
tetap bersabar. Selalu berusaha menjadi air dikala luapan api emosi menerpanya.
Fi, bukankah kamu pernah
bilang bahwa orang tua adalah orang paling penting dihidup kita. Saat aku
bertanya siapa yang akan kamu pilih di antara pacar dan teman, kamu langsung
jawab orang tua. Biarpun tidak ada dalam pilihan itu, bagaimana pun kau tetap memilih
orang tua. Apa yang dikatakan orang tua pasti yang terbaik untuk kita. Rida
Allah, rida orang tua. Kamu sangat menjunjung itu. Kamu selalu menasehati aku
tentang itu. Tapi kenapa, fi. Kenapa secara tidak langsung kamu menyuruhku
untuk melawan mereka? Kenapa kamu bersikeras mengikuti hawa nafsumu?
Memang salahku. Aku
yang bersalah lebih dulu. Membiarkan kamu melakukan itu padaku. Merayumu,
menggodamu, hingga membuatmu mencari alasan untuk bosan padaku jika tidak
melakukan hal itu lagi nanti. Sungguh sakit sekali saat kamu mengatakan itu.
Seakan-akan kamu menyayangiku karna tubuhku. Seakan-akan cintamu palsu.
Kau telah mengecewakanku,
fi. Sikap kerasmu tak pernah berubah. Bahkan kini mulai menjadi-jadi. Aku sedih
mengetahui kenyataan bahwa kau tega memaksakan kehendakmu seperti ini.
Mengikuti apa yang kau mau dan membuatku terpaksa membantah nasehat orang
tuaku. Salahkah jika aku menginginkan hubungan yang sehat di antara kita?
Banyak hal yang menarik selain itu. Hanya saja kamu belum menemukannya di diriku.
Tapi aku akan berusaha, fi. Membuatku lebih menarik sebagai wanita baik-baik.
Takkan pernah kubiarkan kau bosan padaku. Takkan pernah kubiarkan kau
meninggalkanku. Aku menyayangimu, namun orang tuaku, merekalah yang paling
penting. Seperti katamu. Biarpun aku lemah saat ini, tapi aku masih mempunyai kekuatann
untuk berusaha mengubahmu. Menjadi lelaki yang baik-baik, untuk wanita yang
baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar