expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 14 Maret 2015

You read this all? Oh, that's unbelievable.

15 Maret 2015, 12.10 pm
                Well, gw bingung harus nulis dari mana. Apa yang terjadi tadi malem, biking gw syok setengah mati. Kenyataan bahwa dia tau alamat blog gw, dan baca semua tulisan yang ada di blog ini, sumpah, bikin gw teriak histeris. Nutup muka gw, meringis dan akhirnya jadi nangis. Gw gak pernah nyangka dia bakal tau. Gak pernah mikir dia bakal baca semua tulisanku tentang dirinya. Perasaan gw campur aduk. Gw malu. Banget.  Secara gamblang gw mengekspresikan kekagumanku tentang dirinya. Berkali-kali menceritakan awal pertemuanku ma dia. Menuliskan betapa aku memuja-muja dirinya saat itu. Ahh. Sungguh memalukan. Bagaimana mungkin kau mengatakan biasa saja setelah membaca semuanya. Apa kau tidak merasa terbang ke langit saat mengetahui ada seorang wanita yang menggilaimu seprti itu? haha bullshit loe ngomong biasa aja.
                Gw marah. Gw pengen teriak saking marahnya. Tapi sebel juga. Emang gw harus marah sama siapa? Ma dia? Haha dia gak salah kok. Bukan salahnya mengetahui hal itu. Hanya saja aku yg bodoh. Aku yang terlalu bodoh. Tak pernah berpikir bahwa dia akan memasukkan namaku dalam pencarian google. Tak pernah berpikir bahwa dia akan penasaran tentang apa yang ku tulis. Gak pernah mikir, dia bakal gitu. Karna yang aku tau, dia cuek. Dan dia tidak akan mungkin mencari-cari hal seperti itu. Aku terlalu meremehkannya selama ini.
                Gw sedih. Aku telah melukainya. Jelas sekali bahwa disini aku banyak mengatainya. Menjelek-jelekkan dirinya. Menuliskan banyak hal tentang keluhanku akan sikapnya. Setelah mengetahui semua itu, apakah dia baik-baik saja? Sungguh maaf, aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya mengutarakan apa yang tak bisa ku katakan langsung padamu. Aku takut kamu marah kalo aku bilang langsung. Aku takut kau melakukan hal yang tidak ku inginkan. Jadii aku mengatakannya disini. Hanya semata-mata untuk membuat hatiku lega. Dan berharap suatu saat kau menyadarinya.
                Gw malu, marah, sedih, gw ngerasa bersalah. Tapi sejujurnya, ada satu sisi dimana gw ngerasa seneng. Senang karna setelah baca semua tulisanku, dia jadi tau tentang perasaanku seperti apa. Hal-hal yang pernah kulewati tanpa sepengetahuannya. Meski banyak cengengnya, ya? Gak kok. Banyak juga bahagianya. Hanya saja inspirasi dan moodku selalu datang ketika aku tengah sedih dan gundah. Alhasil, tulisan diblog ini kebanyakan meweknya daripada happy nya. Aku seneng. Senang karna kesalahpahaman soal tanggal jadian kami, akhirnya berakhir. Pantes aja waktu itu kamu ngoreksi tanggalnya jadi 20. Aku pikir kamu ingat beneran. Eh, jadi karna baca blog ini. Trus juga, soal mawar putih. Gw pikir dia taunya kalo aku suka bunga itu dari foto instagram gw. Tapi ternyata lagi-lagi dari sini ya? Haha memalukan. Ketahuan deh, pernah ngefek2 pake wallpaper, eh yang di efek gak peka2. Miris banget nasib gw. Hiks.
                Gw pernah mikir, setelah 2 hal itu, kemudian dia nanya apakah aku bener2 tau rumah dia atau gak. Sempat bingung dan mikir kenapa dia nanya soal itu. Apa mungkin dia baca blog aku? Tapi pikiran seperti itu segera ku tepis. Yahh mana mungkin pacar secuek dia kepikiran soal blog gw yang emang lama banget gak pernah aku ungkit. Tapi ternyata, gw salah ya? Gw masih bingung aja, apa yg membuat dia kepikiran soal blog gw.
                Memang. Kenyataan ini begitu mengejutkan untukku. Semua yang aku tulis, aku memang berharap kau membaca suatu saat nanti. Tapi gak sekarang. Ini sungguh terlalu cepat. Aku belum siap jika kau ilfil atau marah padaku karna baca hal-hal yang jelek tentangmu. Tapi benarkah kau baik-baik saja? Kau tidak marah saat aku mengejekmu?
                Khafi, maaf kalo sikapku berubah tadi pagi. Aku masih benar-benar tidak percaya ini terjadi. Seperti mimpi saja. Aku ingin marah. Tapi gak tau marahnya ma siapa. Mungkin membodohi diriku, itulah yang paling tepat. Aku minta maaf udah ngatain kamu macam-macam. Aku gak rela kamu tau secepat ini. Ada istilah bahwa sesuatu akan terkesan indah apabila orang yang bersangkutan tidak mengetahuinya. Dan juga ada istilah lain yang mengatakan bahwa sesuatu pun akan terkesan tulus, apabila seseorang yng bersangkutan tidak mengetahuinya. Aku hanya tidak ingin terdengar berlebihan dan mengada-ngada. Mengatakan semua kekagumanku secara langsung padamu, berkali-kali ngomong I love u, berkali-kali bilang maaf dan menyesal, justru jika dikatakan berkali-kali orang mendengarnya akan menganggap itu mengada-ngada. Benar kan? Faktanya emang gitu. Jadilah aku mengambil jalan ini. Terserah saja bagaimana kau menilainya. Terlepas dari yang kamu tau, jujur aku merasa bahagia. Bahagia karna aku dapat menulis semua yang terjadi dan tentang perasaanku disini. Tanpa beban, tanpa peduli orang itu akan tau apa yang ku tulis tentangnya. Karna sekali lagi aku gak pernah berpikir bahwa kamu akan mengetahuinya secepat ini.
                Terakhir, Makasih. Untuk seseorang yang telah 2 tahun lamanya menjadi subjek utama dalam cerita ini. Terima kasih telah menjadi inspirasiku. Bayangin saja jika blog ini diterbitkan jadi novel, kira-kira laku gak ya? Entahlah. Hanya saja, tanpa dia, tanpa adanya dia, blog ini gak akan ada. Udah kebayang kan mana pentingnya blog ini sama kamu?
 P.S : Awas kalo loe baca ini sambil senyum-senyum. :@
(music background : ost a little thing called love- someday)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar