Kalo biasanya aku nulis di diary book, kali ini nulis disini aja deh.
Agar siapapun yang membacanya, dapat ikut berucap ‘amin’ untuk do’a2, harapan,
dan impianku. Oke, dimulai dari yang pertama:
First wish
Tentu saja ingin
umurku panjang, selalu sehat, dan cepat-cepat sukses. Biar aku bisa bersama
orang-orang yang kusayang dalam waktu yang lama. Menemani mereka, dan melakukan
segala hal bersama. Dan juga, agar lebih banyak beribadah. Dengan harapan
menjadi calon penghuni surga. Amin Ya Rabb.
Ingin selalu sehat.
Tentu saja. Siapa yang ingin sakit. Melakukan berbagai hal. Mengunjungi
berbagai tempat, absen 100 %, dan tidak menyusahkan siapapun. Orang sakit kan
nyusahin. Jadi sampai taun depan, semoga aku sehat terus. Makannya teratur dan
gak sembarangan. Amin Ya Rabb.
Ingin sukses
secepatnya. Punya uang yang banyak dari hasil kerja keras sendiri. Punya kartu
atm segala jenis bank dan kartu kredit premium. Belanja sepuasnya, makan di tempat-tempat
yang elit, dan jalan-jalan ke korea. Ketemu seungi oppa sama lee min ho. Wahh
menyenangkan sekaliii. Hihi^^ Tentu saja semua tidak seinstan itu. Perlu proses
yang mengharuskan kita untuk kerja keras. Berusaha dan pantang menyerah. Dan
itu bukan hal yang gampang lho. Kalo gak ada niat dan tekad yang kuat, mana
bisa kita memulainya. Seperti istilah jika ada niat, pasti ada jalan. Niat dan
tekad yang kuat akan membuat kita berusaha dengan keras tanpa kenal putus asa.
Jika sudah seperti itu, Allah tidak akan tinggal diam. Dia akan memberikan apa
yang kita inginkan. Dia akan membayar jerih payah kita dengan kesuksesan.
Anak kuliahan
sepertiku, menurut kalian, apakah tepat jika aku bekerja part time untuk
membantu beban orang tua? Di tengah jadwal kuliah yang gak rutin dan sering
berubah-ubah, menurut kalian tepat gak? Aku memang sudah lama memimpikan hal
ini. Ingin bekerja sepulang kuliah, lalu menikmati gaji disetiap awal bulannya.
Untuk menambah uang belanja, atau ditabung buat wisuda ntar. Apakah niatku
sudah tepat? Entahlah. Hanya saja tekadku tidak begitu kuat. Karna pada kenyataannya,
uang jajan yang diberikan ayahku, Alhamdulillah lumayan cukup untuk kebutuhanku
sebulan. Bahkan aku bisa menyisihkannya sedikit untuk ditabung. Ya, aku tidak
begitu membutuhkannya. Aku tidak terlalu membutuhkan pekerjaan selama aku
kuliah. Ada seseorang yang lebih membutuhkan itu daripada aku. Yang aku lakukan
adalah belajar dengan rajin, biar pinter, biar cepet lulus dan kerja. Supaya
jadi orang sukses dan ketemu seungi oppa^^ Amin Ya Rabb
Second wish
Pengen banget bisa
ngomong nginggris. Inget tulisanku setaun yang lalu? Haha seakan-akan gw jadi
orang yang ngomongnya bullshit sedunia. Gw ingkarin janji gw. Janji yang udah
gw tulis sambil nangis dengan tekad yang penuh waktu itu. Gw tempel dibelakang
pintu lemari gw. Biar kebaca tiap hari. Dan apa buktinya? Gw masih amatir.
Memang ada sedikit kemajuan. Gw udah coba ikutin kursus b.ing dan belajar
listening tiap pagi. Gw selalu nulis setiap kata baru yang gw temukan. Gw
download aplikasi buat belajar listening di hp gw. Tapi nyatanya? Gw tetap gak
bisa. Gw tetap sulit ngomong nginggris. Padahal gw udah janji sama diri gw.
Demi bokap yang selalu giat menyuruhku belajar b.ing biar bisa b.ing. Katanya
biar pas udah lulus, gw punya kemampuan diluar bidangku. Trus cepat dapat
kerja. Dan nyatanya gw belum bisa. Belum bisa banggain dia. Nyenengin dia.
Bullshit banget omongan gw waktu itu. Haha
Maaf, bah. Maafin
Lia. Gak bisa nepatin janji lia sendiri. Padahal waktu itu, tepat setahun yang
lalu, aku udah yakin banget, dengan tekad yang kupikir cukup kuat, bahwa aku
bisa wujudin inginnya abah. Tapi ternyata, tekadku belum cukup kuat. Usahaku
belum maksimal. Tentu saja Dia tidak mengabulkan apa yang ku pinta. Sekali
lagi, Lia minta maaf. Tidak seharusnya lia minta kado lemari piring untuk kado
ultah. Ngapain dikasih, toh lia gak pernah ngasih apa yang abah mau.
Menyedihkan. Anak macam apa aku ini. Huufft…Aku jadi takut untuk berjanji. Aku
takut jika aku mengingkarinya lagi ditahun depan. Aku tau itu semua tidak
instan. Sabar? Tentu. Berusaha? Hanya saja belum terlalu maksimal. Untuk itulah
aku ingin berdo’a. Dan kuharap kalian dapat mengaminkannya brpuluh-puluh kali.
Okey?
Do’aku, semoga di
umurku yang kian bertambah ini, aku juga dapat menambah usahaku menjadi
berkali-kali lipat. Dapat menahan nafsu belanja akan tas, sepatu, baju agar
uangnya di gunakan untuk kursus b.ing. Belajar listening dengan rutin tiap pagi
abis shalat subuh. Menghalau rasa malas yang terus menggodaku. Agar scepatnya,
sebelum lulus kuliah, aku udah mahir ngomong ala bule. Agar bokap aku seneng.
Agar dia merasa beruntung punya anak gadis manis, yang biarpun mukanya indo
tapi ngomongnya bule. Hehe. Amin Ya Allah (berpuluh-puluh kali)
Third wish
Aku pengen longlast
sama dia. Aku pengen dia menjadi akhir dari segala penantianku. Harapan
terakhirku. Cinta terakhirku. Menjadikan satu-satunya yang ku inginkan. Calon
imamku. Calon ayah bagi anak-anakku. Calon kakek-kakek yang akan mendampingiku
hingga tua nanti. Calon malaikat surgaku. Aku ingin selamanya. Bolehkah, Ya
Allah?
Aku surprised
banget pas rizna bawa kotak kado ungu dengan beberapa tangkai mawar pink di
atasnya. Juga dengan gulungan karton hitam gede. Aku gak pernah mikir dan
nyangka kalo itu dari dia. Aku pikir itu juga dari teman sekost aku yang begitu
sok so sweetnya pake ngasi mawar segala. Sampe mereka bilang ‘ciye ciyee ulii’,
‘cium dulu mawarnya,li’. Hah? Ngapain aku mesti nyium tu mawar, mendingan
kalian yg gw cium satu2. Trus ketika mereka bilang dengan jelas kalo itu dari
khafi, pacar aku. Aku pun tetap gak percaya. Dengan blo’on nya masih majang
tampang bingung dan garuk-garuk pala. Aku terus mengulang pertanyaan yang sama,
‘bener dari khafi? kok bisa? kapan dia ngasi? hah? karton yang ddalamnya banyak
tulisan2 kecil yg katanya ucapan dari temen2 sekelasku, itu juga dari dia?masa
sih? gak mungkin lah. haha’ Seperti itulah yang kupikirkan. Mana mungkin khafi
yang cuek dan gak peka’an ngasih yang begituan. Tapi tunggu dulu, kertas ini.
Mirip kertas origami warna warni yang pernah dia beli waktu jalan ke toko buku
tempo dulu. Hah? Jangan-jangan. Benarkah? Khafi? Yahh masih dengan tampang bego
bingung gitu. Aku masih setengah percaya setengah enggak. Biarpun aku liat ada
ucapan ‘Happy milad, sayang’ yang berttd nya ‘kahfi’. Aku tetap sulit percaya.
Haha. Bisa aja itu ulah teman-teman aku. Mereka kan sering bikin aku salah
tingkah kalo menyangkut khafi. Tuu kan bener. Mereka berhasil bikin aku
salting. Aku senyum, gigit jari, trus garuk2 pala. Masa sih khafi seromantis
ini???? #bersemu merah
Ditengah
kebingungan dan dilemaku, aku nurut aja pas di ajak foto bareng mereka sambil
pegang mawar yang katanya dari khafi beserta kedua kadonya dan karton besarnya.
Setelah foto2, aku buka kado yang warna biru yang kata mereka itu bener2 dari
mereka. Aku buka, dan taraaa…boneka biru tokoh video game yang katanya namanya
stich. Aku pun baru denger namanya :D Tapi maksyiiiih. Boneka pertamaku nih.
Hehe. Setelah itu aku langsung izin mandi kekamarku sambil bawa semua kado.
Duhh ileee.. ni badan basah kuyup diguyur pake air, gak tau berapa ember. Di
tambah air selang lagi. Emang gw taneman. Tpi impas lah. Kan juga diguyur pake
susu bubuk. Hehe aku tau kok rencana kalian.Sandiwaranya kawakan banget, sumpah.
Aku ngikutin aja pura2 terjebak daalam perangkap. Tapi yang namanya 1 lawan 6,
mana menang lah. Cuma berhasil 1 orang yang dikalahin. it’s not too bad.
Daripada gak sama sekali.
Okeh, lanjut. Aku
penasaran banget tuh. Bener khafi gak sih? Jadi pas tiba dikamar, aku langsung
mau chat khafi. Eh udah ada chat dari dia. Katanya ‘gimana kadoku?’
Oh my God? Jadi beneran, fi? Itu kado kamu? Wow. aku langsung buka tu
kado. Robek sana sini biar cepet kebuka dann keliatan isinya. Kok bisa ngasih
gak bilang2. Lewat teman2 aku lg. Kenapa gak ngasi langsung. Dan gak lama bulu2
pink mulai terlihat jelas. Hahhh? Teddy bear. Pinky? Whahahaha nambah lagi deh
benda pink dikamar gw. Iiihh gendut dan montok banget ni teddy. Lucu. Eh, ada
suratnya, guys. Kertas putih yang digulung dan dimasukin ke bulatan gantungan
kunci. Di temple di bagian dalam sisi kardus. Apa? Gantungan kunci?
Mengingatkan aku akan sesuatu. Hmmm..
Oh my God..!! Sebuah kanguru kecil tanpa kantong anak didadanya. Warna
hitam dengan les coklat. Di belakangnya, ada tulisan ‘Bali’. Bali??? Khafi,
kamu ingat itu?
Masih dengan
perasaan takjub seakan ini mimpi, aku perlahan membuka gulungan kertas itu. Dia
mengucapkan selamat atas ulang tahunku, dan juga anniversary kami yang ke 6
bulan. Dia mendo’akan aku agar menjadi pribadi yg lebih baik, dewasa, mandiri,
kuat, cantik dan sholehah. Iya sih, kusadari aku masih terlalu kekanak-kanakan,
begitu banyak tergantung pada orang lain, cengeng. Tapi, emang selama ini aku
kurang cantik, ya? Hehe. Ya udah moga aku makin rajin merawat diri untuk kamu.
Agar tambah cantik didepanmu. Amin.
Dia mengucap maaf
karna katanya, gak bisa kasih apa-apa untukku. Apa an sih. Trus ini semua apa?
Kamu mau bilang kalo teddy pinky yang aku lagi peluk sekarang, kertas-kertas
ucapan yang kupajang didinding, gantungan kunci kanguru dan beberapa tangkai
mawar dalam vas bunga itu, bukan dari kamu? Haha.
Itu udah lebih dari cukup, fi. Aku terkesan. Amat terkesan. Kamu tau kan
selama ini aku menilai kamu seperti apa? Kamu cuek dan gak peka-an. Namun aku
salah menilaimu. Aku tidak bisa melihat sisi peduli dalam sikap cuekmu. Aku
baru melihatnya sekarang. Maaf, karena telah salah menilaimu, khafi.
Semua kertas ucapan
itu, bagaimana mungkin kau memiliki ide seperti itu? Kreatif. Dan aku terharu.
Kau membuat semua temanku mengucapkan selamat padaku. Kau meminta mereka untuk
mendo’akanku. Membuatku mengucapkan 93 kali kata ‘amin’ setelah membacanya.
makasih, sayang. Makasih teman2. Mau aja disuruh ama khafi. Haha.
Semoga semua yang kalian tulis, dikabulkan oleh-Nya. Semoga hal itu juga
berlaku pada kalian. Amin J
Happy Birthday to me ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar