3 Agustus 2014, 11.01 pm
Mungkin saatnya aku
untuk istirahat? Kembali ke tempatku. Mundur secara perlahan. Bukan berarti aku
menyerah. Aku hanya ingin istirahat sejenak. Belajar untuk membuang kebiasaan
itu. Belajar untuk berhenti mengkhawatirkannya, mengurusi tentang kehidupannya,
menghubunginya setiap hari. Membiarkan dia merindukanku. Agar dia tidak mudah
bosan denganku.
Huuftt, berada dalam posisi seperti ini,
sungguh menyedihkan. Membiarkan dia tau bahwa aku teramat sangat menyukainya.
Menunjukkan bahwa aku sangat mengkhawatirkannya dan merindukannya. Bertanya
tentang kegiatannya, melarang dia mendekati wanita lain, sungguh egois. Bodoh.
Bodoh sekali.
Ketahuilah, aku rindu. Rindu sekali saat
seperti dulu. Di saat aku mendapatkan komen pertamanya di facebook, chat
pertamanya, saat dia minta no hpku. Di saat dia bilang ‘salam balik’ atas salam
yg aku titipkan lewat ka ifin utk dia. Di saat dia sms aku untuk pertama
kalinya. Pertama sms malah mo nyomblangin ke teman. Menyebalkan. Di saat dia
minta like fotonya di fesbuk. ‘iya ka, aku emang gak suka ma cwo nakal.’ Haha.
Maaf bikin kamu pusing. Aku terbawa suasana
karena menyadari sikap kamu yang agak dingin, gak seperti biasanya. Aku
mengatakannya, hanya karena ingin menunjukkan padamu, bahwa aku sangat
merindukan saat itu. Perasaanku ketika mendapati namamu terpampang jelas di
display hpku, dan layar laptopku. Histerisnya aku saat itu. Gimana tangan dan
kaki aku dingin seketika. Jantung yang berdetak lebih kencang dari biasanya.
Dan perasaan damai ketika menyadari apa yang baru ku alami, seperti keajaiban
dan mimpi yang menjadi kenyataan. Amazing. Aku merindukan itu. Tidak peduli
apakah kau mengingatnya, meski berharap dia bisa mengingat itu. Lalu tersenyum
dan berkata dalam hati ‘wanita ini, sungguh aku tidak mengerti apa yg dia
pikirkan.’
Aku ingin istirahat. Aku ingin keajaiban itu
lagi. Aku ingin merasakan perasaan itu lagi. Jadi kumohon, Ya Allah. Maukah kau
meminjamkan kekuatanmu untukku? Agar aku bisa bertahan tanpa kabar dirinya
sebentar saja. Merindukannya tanpa memberitahunya. Menyukainya diam-diam
seperti dulu. Ku mohon, pinjamkan aku kekuatanmu sebentar saja. Hingga aku bisa
benar2 kembali ke tempatku. Ke bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar