expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 28 Juni 2014

Ketika jarak langit dan bumi menjadi semakin dekat.



29 juni 2014, 06.08 am
            Ka kahfi, ka kahfi, ka kahfi. Sejak kapan namamu ku ucapkan berulang-ulang seperti itu? Sejak kapan kamu hadir disetiap hari-hariku? Sejak kapan kamu mulai mengucapkan good night untukku? Dan sejak kapan langit menjadi begitu dekat dengan bumi? Jarak yang dulunya bermil-mil jauhnya, kini terasa amatlah dekat. Beberapa meter, beberapa centi. Kamu benar. Ini zaman modern. Dulu gak ada pesawat, tapi sekarang sudah ada. Membawa kita untuk menggapai langit yang tinggi, yang sebelumnya tak pernah kita bayangkan. Menjadi begitu dekat. Langit dan bumi.
            Ya, sekarang aku tengah mengendarai pesawat itu. Berusaha menggapai langit, membuat jarak kami agar menjadi lebih dekat, dan lebih dekat lagi. Agar aku bisa selalu memandangi wajahmu, membaca smsmu, emoth kissingmu, dan kata-kata gombalmu J
Namun, ada sesuatu yang aku takutkan. Manusia normal tidak akan bisa selamanya hidup dalam pesawat. Melawan gaya gravitasi, dengan angka kecukupan oksigen yang rendah, dan kebutuhan hidup yang seadanya. Seberapa lama mamusia dapat bertahan? 5 hari? 1 minggu? 1 bulan? Mungkinkah?
            Aku takut semua ini berakhir. Aku takut dia tiba2 menghilang dari hari-hariku. Aku takut, dia bosan dan membenciku. Aku takut mengecewakannya. Aku takut kehilangannya sebelum aku bisa berjuang bersamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar