expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Jumat, 10 Oktober 2014

Sebel sampe nangis



10 September 2014, 11.09 pm
                Guys, 20 hari telah berlalu. Aku pacaran sama dia, cowok yang aku kagumin sejak dulu. 20 hari, mungkin bukan waktu yang singkat, namun bukan juga waktu yang lama. Entahlah. Yang aku tau, waktu itu tak begitu terasa. Bemacam hal telah ku lewati bersamanya. Tentu saja, sangat berbeda dengan saat itu. Saat aku masih hts’an ma dia. Kini menjadi lebih terbuka, sudah banyak suara yang mampu memecah kekakuan kami. Mungkin karena adanya rasa memiliki satu sama lain, itulah yg membuatku merasa selalu ingin menceritakan semua hal padanya. Tentang diriku, keluargaku, teman-temanku, kebiasaanku.
                Guys, hari ini, setelah berpacaran dengannya 20 hari, untuk pertama kalinya, rasanya aku ingin menangis. Bukan menangis terharu atau bahagia. Entah kenapa rasanya ada sesuatu di dadaku yang mengganjal. Ingin sekali aku menumpahkannya, tapi aku tak bisa.
                Berada di antara teman-temannya, bikin aku mati gaya. Aku bingung gak tau apa yang harus aku lakukan. Aku ingin akrabin teman-temannya, mendekati mereka satu persatu, ingin bergabung di antara mereka. Tapi, kok bisa sesulit ini? Wajar sih, toh baru pertama kali. Aku juga butuh waktu kok. Maaf, al. Maaf kalo aku malu-maluin dan ngecewain.
Guys, aku sebel. Sebel sama mantannya. Kenapa sih, kami harus berada di tempat yang sama, bertiga ama tu orang? Kenapa dia ada disitu? Tidak, yang ada, kenapa harus kesana? Kenapa gak ke tempat lain? Aku sebel, Seakan-akan kehadirannya itu jadi ancaman. Dan kenapa aku harus merasa terancam? Dia tidak lebih cantik dari aku. Dia tidak lebih baik dari aku. Aku punya sesuatu yang dia gak punya. Yang bikin al suka ma aku. Iya kan, al? Tapi kenapa ya? Aku kok sebel banget. Apalagi pas liat dia asik ngobrol sama teman-teman kamu. Seakan-akan mereka dekat karena kamu.
Aku sebel, al. Sebelnya sampe mo nangis. Terasa berada di antara orang asing gitu loh. Di saat aku yang juga tidak begitu mengenalmu, yang tidak tau apapun tentang kamu. Kalian yang mengenal satu sama lain. Mantan kamu yang akrab sama teman kamu. Membuat nyaliku ciut, sebel, sebel sampe nangis. Kenapa sih harus dia yang lebih dulu mengenalmu? Kenapa kesempatan itu datang padanya lebih dulu? Kenapa harus dia yang lebih dulu mengenal teman-temanmu? Kenapa tidak aku? Padahal aku lebih dulu menyukaimu. Aku lebih dulu mengagumimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar